Survei: Responden NU dan Muhammadiyah ke Jokowi, FPI dan Persis ke Prabowo

Capres nomor urut 01 Joko Widodo bersalaman dengan capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019)./ Antara - Setneg/Agus Suparto
08 Februari 2019 12:40 WIB Danang Nur Ihsan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Lembaga survei Populi Center merilis elektabilitas capres-cawapres. Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin memiliki elektabilitas 54,1% dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31%.

Dalam survei yang dirilis di Jakarta, Kamis (7/2/2019), Populi Center juga memetakan preferensi pemilih yang berafiliasi dengan ormas Islam. Berdasarkan hasil survei yang diunduh Solopos.com dari laman populicenter.org, responden yang berasal dari ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah cenderung memilih Jokowi-Ma’ruf, sedangkan responden yang berasal dari ormas Front Pembela Islam (FPI) dan Persatuan Islam (Persis) cenderung mendukung Prabowo-Sandi.

Di kalangan Muhammadiyah, Populi Center menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 72,1% dan Prabowo-Sandi 20,9%. Di NU, survei itu mencatat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 56,1% dan Prabowo-Sandi 27,8%.

Untuk kalangan FPI, Prabowo-Sandi memiliki elektabilitas 100%, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 0%. Di ormas Persis, elektabilitas Prabowo-Sandi 64,3% dan Jokowi-Ma’ruf 35,7%.

”Itu berdasarkan kategori ormas Islam. Temuan sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” kata peneliti dari Populi Center Dimas Ramadhan dalam rilis media yang dikutip Solopos.com dari laman populicenter.org.

Survei Populi Center itru dilakukan pada 20-27 Januari 2019 terhadap 1.486 responden di 34 provinsi dengan margin of error 2,53%. Populi Center mengklaim dana survei ini berasal dari kas internal Yayasan Populi Indonesia.

Survei itu juga mengukur tingkat kemantapan pemilih setelah debat perdana pada 17 Januari 2019 lalu. Tingkat kemantapan pemilih setelah debat perdana capres-cawapres mencapai 77,8%. Tingkat kemantapan pemilih itu naik 4,8% bila dibandingkan sebelum debat.

”Soliditas pemilih Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi sama-sama meningkat setelah debat. Soliditas pemilih Jokowi-Ma’ruf dari 88,9% sebelum debat menjadi 90,8% setelah debat. Soliditas pemilih Prabowo-Sandi meningkat dari 82,6% sebelum debat menjadi 85,5% pascadebat,” sebut Dimas.

Dia mengatakan setelah debat perdana, kenaikan soliditas pemilih Prabowo-Sandi lebih tinggi yaitu 2,9%, sedangkan kenaikan soliditas pemilih Jokowi-Ma’ruf hanya 1,9%. Namun, dia mengatakan pemilih Prabowo-Sandi yang masih mungkin mengubah pilihan lebih tinggi yaitu 11,3%, sedangkan pemilih Jokowi-Ma’ruf yang masih mungkin mengubah pilihan 6,2%.