Polri Kirim Tim ke Filipina Bantu Identifikasi Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri

Personel militer Filipina mengamankan wilayah di sekitar Gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel, Jolo, Sulu, Filipina, setelah terjadinya serangan bom, Minggu (27/1/2019). - JIBI/Solopos/Reuters
07 Februari 2019 04:34 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengirim tim untuk membantu identifikasi pelaku bom bunuh diri di gereja di Jolo, Filipina selatan. Tim yang berangkat terdiri atas personel Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri, Detasemen Khusus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta Kementerian Luar Negeri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Syahar Diantono mengatakan bantuan itu untuk memastikan identitas pelaku yang disebut otoritas Filipina sebagai warga negara Indonesia (WNI). “Sampai sekarang belum ada kepastian data yang bisa memastikan bahwa itu benar-benar WNI. Dari Polri siap menurunkan tim membantu identifikasi ke sana,” kata Syahar seperti diberitakan Anadolu Agency, Rabu (6/2/2019). Polri, imbuh dia, juga siap membantu mengungkap jaringan teror pada kasus bom Filipina tersebut apabila ada keterkaitan dengan Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Eduardo Ano mengatakan pelaku bom bunuh diri adalah pasangan suami istri WNI yang memiliki hubungan dengan kelompok radikal berkedok agama ISIS. “Yang benar-benar bertanggung jawab adalah pembom bunuh diri Indonesia. Tetapi Abu Sayyaf yang membimbing mereka, mempelajari target, melakukan pengintaian, pengawasan, dan membawa pasangan itu ke gereja,” ujar Ano pekan lalu.

Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Jolo, Sulu, Minggu (27/1). Bom pertama meledak di dalam Gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 08.45 waktu setempat. Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berdatangan menanggapi ledakan bom pertama. (JIBI)

Sumber : Newswire

Kolom 23 hours ago

Pesan dari Kyoto