Sejarah Hari Ini: 7 Februari 1990, Monopoli Kekuasaan Partai Komunis Uni Soviet Berakhir

Logo Partai Komunis Uni Soviet. (Wikimedia.org)
07 Februari 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet sepakat untuk melepaskan monopoli kekuasaan, 7 Februari 1990, yang sebenarnya sudah berjalan di Uni Soviet selama kurang lebih 70 tahun. Keputusan itu diambil atas rekomendasi pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev. Hal tersebut menjadi awal perpecahan Uni Soviet.

Selain itu , masih banyak peristiwa bersejarah lainnya yang terjadi pada 7 Februari setiap tahunnya. Dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, berikut Solopos.com menyajikan sejumlah peristiwa bersejarah pada 7 Februari yang dirangkum dalam Sejarah Hari Ini:

457
Flavius Valerius Leo Augustus dinobatkan sebagai kaisar di Romawi Timur dan kemudian dikenal sebagai Leo I. Leo I lantas dikenal sebagai kaisar pertama di Romawi Timur yang membuat undang-undang menggunakan bahasa Yunani, bukan bahasa Latin seperti kaisar-kaisar sebelumnya.

Patung Batu Khan di Turki. (Ancient-origins.net)
1238
Pasukan Mongol pimpinan Batu Khan yang menginvasi Rusia membumihanguskan Kota Vladimir di Rusia. Pangeran Vladimir, Yuri II, sebenarnya sudah mengirim pasukan untuk menghentikan pasukan Mongol yang hendak memasuki Vladimir. Sayang, upaya itu sia-sia dan Yuri II tewas sebulan kemudian di tangan pasukan Mongol dalam Pertempuran Sungai Sit di wilayah yang kini bernama Yaroslavl di Rusia.

1807
Pasukan Prancis pimpinan Napoleon Bonaparte memergoki pasukan Rusia pimpinan Bennigsen yang masih bertahan di Eylau, Prusia Timur. Pertempuran pun tak terhindarkan lantaran Prancis ingin merebut wilayah tersebut. Prancis pada akhirnya memenangi pertempuran yang berlangsung selama dua. Saat ini, Prusia Timur menjadi bagian dari tiga negara, yakni Rusia, Polandia, dan Lituania.

1897
Untuk kali pertama dalam Perang Yunani-Turki, pertempuran besar pasukan Yunani dan pasukan Kesultanan Ottoman meletus di Livadeia, Yunani. Pertempuran itu meletus saat pasukan Yunani hendak melakukan ekspedisi di Pulau Kreta, Laut Tengah. Pasukan Yunani menjadi pemenang dalam pertempuran besar pertama dalam Perang Yunani-Turki itu.

1943
Seluruh pasukan Jepang di Pulau Guadalkanal, Kepulauan Solomon berhasil dievakuasi dalam Operasi Ke yang berlangsung selama hampir sebulan. Hal itu menandai berakhirnya upaya Jepang untuk merebut Pulau Guadalkanal dari cengkeraman Sekutu. Sebelumnya, Jepang telah berupaya merebut Pulau Guadalkanal sejak 7 Agustus 1942.

1944
Dalam pertempuran di Anzio, Italia, pasukan Jerman dan Italia melancarkan serangan balasan terhadap Sekutu yang telah terlebih dulu melakukan serangan sejak 22 Januari. Pertempuran kemudian berlangsung hingga 5 Juni dan berakhir dengan kemenangan Sekutu. Meski menang, Sekutu harus kehilangan lebih banyak tentaranya dibanding Jerman dan Italia. Sekutu harus kehilangan sekitar 7.000 prajuritnya yang tewas sedangkan Jerman dan Italia hanya kehilangan sekitar 5.000 tentaranya.

1964
Band legendaris asal Inggris, The Beatles, untuk kali pertama tiba di Amerika Serikat (AS) demi tampil dalam konser. Konser pertama The Beatles di AS itu bertajuk Meet the Beatles!. Ribuan penggemar menyambut mereka di Bandara Kennedy, New York. Konser pertama The Beatles di AS yang ditayangkan televisi itu ditonton 73 juta warga AS atau sekitar 40% dari seluruh penduduk Negeri Paman Sam kala itu.

1974
Grenada meraih kemerdekaan penuh dari Inggris yang telah menguasainya sejak 1763. Grenada adalah negara kepulauan yang terletak di bagian paling selatan Kepulauan Windward, Karibia.

1990
Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet sepakat untuk melepaskan monopoli kekuasaan yang sudah berjalan di Uni Soviet selama kurang lebih 70 tahun. Keputusan itu diambil atas rekomendasi pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev. Hal tersebut menjadi awal perpecahan Uni Soviet.

Satelit pengamat bumi milik Korut, Kwangmyongsong-4. (Time.com)
2016
Korea Utara (Korut) meluncurkan satelit pengamat bumi, Kwangmyongsong-4, ke luar angkasa. Peluncuran itu kemudian dianggap telah melanggar beberapa perjanjian PBB dan memicu kecaman dari sejumlah pemimpin negara.