Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 2 Km

Guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi terlihat dari Deles, Klaten, Rabu (30/1 - 2019) dini hari. (Solopos/Burhan Aris Nugraha)
07 Februari 2019 21:30 WIB Abdul Hamied Razak Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA -- Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Kamis (7/2/2019) petang. Luncuran awan panas tersebut teramati pukul 18.28 WIB dan menimbulkan hujan abu tipis di beberapa tempat.

Meski demikian, warga diimbau tidak panik dan tetap waspada. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Hanik Humaida mengatakan berdasarkan data seismik jarak luncur awan panas sekitar 2 km ke arah hulu Kali Gendol dengan amplitudo 70 dan durasi 215 detik.

Ini merupakan luncuran awan panas kali kedua setelah sebelumnya terjadi sebanyak tiga kali pada Selasa (29/1/2019) lalu. "Benar ada awan panas. Ada potensi hujan abu. Warga diharap tetap tenang dan selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," katanya kepada Harian Jogja, Kamis.

Berdasarkan catatan Harian Jogja, jarak luncur awan panas sejauh 2 km itu merupakan yang terpanjang dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, jarak luncur awan panas itu masih di bawah jarak aman yang direkomendasikan oleh BPPTKG sejauh 3 km.

Adapun jarak luncuran awan panas pada 29 Januari 2019 lalu terjadi tiga kali. Masing-masing memiliki jarak luncur 1.400 meter dengan durasi 141 detik, 1.350 meter dan durasi 135 detik, dan 1.100 meter dengan durasi 111 detik.

Sebelumnya, Kepala Seksi Gunung Merapu BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan ada tidaknya luncuran awan panas tergantung proses dan faktor pemicunya. Peningkatan laju eksrusi magma disertai gas memungkinkan munculnya kembali awan panas. "Awan panas ini terjadi kalau eksrusi magma tinggi, kandungan gasnya tinggi," katanya.

Berdasarkan data BPPTKG, sebelum terjadi luncuran awan panas, kondisi di sekitar Gunung Merapi pada Kamis petang diselimuti cuaca mendung dan berkabut. Suhu udara di sekitar lokasi antara 19,4 hingga 22,6 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban udara antara 86-78%rh dengan pressure 871,9-917,4 hpa.

Meski begitu, kondisi angin di sekitar Merapi cukup tenang. Di sekitar lokasi selama satu jam sebelum keluar awan panas, hujan sempat turun dengan skala 40 mm. Adapun guguran yang terjadi sejak siang hingga sore hari tercatat sebanyak 32 kali dengan durasi antara 12-157 detik.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM Kasbani saat berkunjung ke Kantor BPPTKG Jogja pada Rabu (6/2) lusa mengatakan jika aktivitas Merapi saat ini mengalami fase erupsi kecil. Hal itu menyebabkan kondisi kubah saat ini masih stabil meskipun beberapa kali terjadi guguran lava.

"Awan panas yang muncul skalanya masih kecil. Ini karena pertumbuhan kubah juga relatif rendah," katanya di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, Rabu (6/2/2019).

Kolom 22 hours ago

Pesan dari Kyoto