Survei LSI: Prabowo-Sandi Unggul di Kalangan Terpelajar

Prabowo-Sandiaga Uno tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1 - 2019) malam. (Antara/Aprillio Akbar)
07 Februari 2019 21:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih banyak dukungan dari kelompok pemilih terpelajar daripada pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Dukungan kelompok terpelajar untuk Jokowi-Ma'ruf turun dibandingkan Agustus 2018.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan berdasarkan survei terbaru mereka, pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat lebih banyak dukungan di kelompok pemilih terpelajar. Menurut Adjie, Prabowo-Sandi mendapat dukungan suara 44,2% pemilih terpelajar. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat dukungan sebesar 37,7%.

"Meski unggul, keunggulan Prabowo-Sandi hanya di bawah 10%. Sedangkan ada sebesar 18,1% pemilih kalangan terpelajar yang belum menentukan pilihan," kata Adjie, Kamis (7/2/2019).

Berbeda dari hasil survey sebelumnya, menurut Adjie, pada survei Agustus 2018 dukungan pemilih terpelajar pada Jokowi-Ma'ruf masih berada di angka 40,4%. Sedangkan untuk Prabowo-Sandi tercatat 44,5%. "Dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung stabil dalam lima bulan terakhir," ujarnya.

Adjie menjelaskan meski pemilih terpelajar dalam survei hanya sebesar 11,5% total populasi, kelompok pemilih yang memiliki jenjang pendidikan kuliah strata 1  ke atas ini dinilai penting. Pasalnya, karakteristik kantong pemilih ini yang cenderung kritis dan berani mengevaluasi kinerja pemerintahan.

"Sehingga Prabowo-Sandi unggul dalam populasi ini. Pemilih terpelajar cukup penting karena mampu mempengaruhi opini publik," ujarnya.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 18-25 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka dengan kuesioner.

Margin of error dalam survei sebesar 2,8 persen. LSI Denny JA juga disebut melakukan riset kualitatif untuk memperkaya analisa survei melalui metode FGD, analisis media, dan indepth interview.

Sumber : Bisnis/JIBI