Survei Populi: Ketimpangan Ekonomi Tak Membaik, Kepuasan Terhadap Jokowi Naik

Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT) di Semarang, Sabtu (2/2 - 2019). (Antara/Aji Styawan)
07 Februari 2019 20:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Hasil survei Populi Center pada Januari 2019 mengklaim publik merasa semakin puas terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kendati apresiasi tersebut sangat tipis. Padahal, masyarakat menilai ketimpangan ekonomi di Indonesia tidak membaik.

Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan mengatakan bahwa kepuasan pada Januari lalu naik menjadi 68,1% dari 66,4% dibandingkan bulan sebelumnya. “Sementara yang menjawab tidak puas pada bulan Januari sebesar 27,7%, turun sedikit dibanding bulan sebelumnya 29,7%,” katanya di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Dimas menjelaskan bahwa penilaian publik soal dampak kebijakan ekonomi bermacam-macam. Mereka yang menilai kebijakan ekonomi dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia sebesar 36%, rakyat miskin 14,1%, pengusaha besar 13,9%, pihak asing 7,7%, pejabat 7,7%, pengusaha kecil 3,6%, lainnya 0,5% dan tidak menjawab 16,4%.

Akan tetapi dalam survei ini, sebagian responden masih merasa ketimpangan ekonomi tidak ada perubahan. Dibandingkan Oktober 2017, mereka yang menilai ada perbaikan ekonomi turun dari 50,9% jadi 50,2%. Sementara jumlah responden yang merasa makin buruk naik dari 31,7% menjadi 31,7%.

Di sisi lain, keterpilihan Jokowi-Ma'ruf Amin terpaut jauh setelah publik menyaksikan debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu. “Saat kami tanyakan siapa yang akan mereka pilih untuk menjadi presiden dan wakil presiden, publik memilih Jokowi-Ma'ruf 62,5% dan Prabowo-Sandi 36,4%. Yang tidak akan memilih 1,1%,” ucap Dimas.

Dalam survei tersebutm secara keseluruhan elektabilitas masing-masing calon tidak mengalami perubahan signifikan sejak Agustus 2018. Keterpilihan antara keduanya yakni 54,1% untuk Jokowi-Ma'ruf berbanding Prabowo-Sandi sebesar 31%. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebesar 14,9%.

Populi Center melakukan wawancara dengan tatap muka di seluruh 34 provinsi pada 20-27 Januari 2019. Responden dipilih secara acak bertingkat sebanyak 1.486 orang dengan tingkat kesalahan 2,53%.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 22 hours ago

Pesan dari Kyoto