RI Bentuk 3 Satuan Teknis untuk Ambil Alih FIR Kepri dari Singapura

Komandan Lanud Iswahjudi Magetan, Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal (kanan), memberikan foto kenangan kepada Kasau TNI Marsekal Yuyu Sutisna saat mengunjungi Lanud Iswahjudi, Rabu (18/4/2018). (Istimewa - Lanud Iswahjudi)
07 Februari 2019 21:05 WIB Abdul Jalil Nasional Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Pemerintah RI membentuk tiga satuan teknis untuk pengambilan alih pengelolaan ruang udara wilayah informasi penerbangan atau flight information region (FIR) wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang saat ini dikuasai Singapura.

Pemerintah menargetkan tahun 2019 FIR ini bisa kembali dan dikelola Pemerintah Indonesia.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan pengelolaan ruang udara di wilayah Kepulauan Riau saat ini masih dikendalikan oleh Singapura. Presiden Jokowi, menurut dia, telah memerintahkan pengambilan alih FIR dari tangan Singapura pada tahun 2019.

Meskipun dalam amanat UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, FIR harus diambil alih dari Singapura pada tahun 2024.

"Sesuai amanat UU No. 1 tahun 2009, FIR diambi alih setelah 15 tahun aturan tentang penerbangan diundangkan. Berarti baru diambil alih tahun 2024. Tapi Presiden menginginkan tahun ini diambil alih," jelas dia kepada wartawan seusai meresmikan monumen pesawat F-5 di Lanud Iswahjudi Magetan, Rabu (6/2/2019).

KSAU menuturkan pemerintah dalam hal ini yang menjadi leading sector Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah membentuk tiga satuan teknis untuk pengambilan alih FIR dari tangan Singapura. Tiga satuan teknis itu terdiri dari kelompok teknis, kelompok regulasi, dan kelompok diplomasi.

Untuk kelompok teknis, kata Yuyu SUtisna, bertugas mempersiapkan segala infrastruktur yang dibutuhkan. Kelompok regulasi, tambah dia, bertugas untuk mempersiapkan aturan-aturan yang harus disiapkan. Sedangkan kelompok diplomasi memiliki tugas melakukan diplomasi ke negara tetangga dalam proses pengambilan FIR.

"Dengan dukungan seperti itu dan kerja sama yang bagus, FIR bisa diambil alih tahun ini. Minimal sektor B dan C," ujar KSAU. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya