Survei Tunjukkan Mayoritas PNS Dukung Prabowo, Mendagri: ASN Harus Netral

Ilustrasi PNS (Istimewa/Setkab.go.id)
07 Februari 2019 16:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ada fakta yang tak mengenakkan bagi kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam hasil survei  Charta Politika belum lama ini. Hasil survei tersebut menunjukkan Jokowi memang unggul di berbagai segmen, namun tidak untuk kalangan purnawirawan dan pegawai negeri sipil (PNS) yang lebih banyak mendukung Prabowo-Sandiaga.

Menanggapi kecenderungan PNS atau aparatur sipil negara (ASN) di Pilpres 2019 itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara. Dia menegaskan aparatur sipil negara tidak boleh berpihak pada salah satu pasangan peserta Pilpres 2019.

"Menurut saya sebagai ASN harus netral. Soal punya pilihan ke mana, ya masing-masing punya pilihan politik, sikap. Itu hak mereka," kata Thahjo Kumolo seusai menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Panahan Indonesia di Hotel Sultan, Kamis (7/1/2019).

Mantan Sekretaris Jendral PDIP tersebut tetap menghormati Charta Politika sebagai lembaga survei yang menyebut elektabilitas petahana Jokowi – Maruf Amin di lingkungan PNS terbilang rendah. "Apapun lembaga survei kami menghargai dan menghormati, tapi soal hari H [pemungutan suara], enggak tahu, rahasia pribadi masing-masing," jelasnya.

Sebelumnya, Charta Politika merilis hasil survei dukungan masyarakat terhadap kedua pasangan calon di Pilpres 2019. Berdasarkan jenis pekerjaan, pasangan Prabowo-Sandiaga unggul pada kelompok masyarakat berprofesi nelayan/petani tambak dengan angka 52,2%, PNS 44,7%, pegawai desa/kelurahan 53.8%, dan lain-lain 44,2%. Bahkan, Prabowo-Sandiaga mampu unggul mutlak untuk kategori purnawirawan, yakni mencapai 100% dengan base kine 0,1.

Sementara itu, Jokowi-Ma'ruf unggul di beberapa kategori antara lain, kalangan petani 58,3%, buruh/tukang 69,3%, pengusaha 54,5%, ibu rumah tangga 52,2%, wiraswasta 53,1%, mahasiswa/sekolah 48,8%, hingga yang tidak bekerja 42,4% dan lainnya.

Survei Charta Politika ini dilakukan untuk mengetahui preferensi masyarakat Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur terhadap 2.000 responden di 34 provinsi yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,19%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Para responden berusia 17 tahun ke atas dan terdaftar sebagai pemilih.

Sumber : Bisnis/JIBI, Suara.com

Kolom 23 hours ago

Pesan dari Kyoto