Saung Suami Inneke Koesherawati di LP Sukamiskin Harganya Rp1,7 Miliar

Truk mengangkut puing-puing saung yang dibongkar dari dalam LP Klas 1A Sukamiskin, Bandung, Selasa (24/7 - 2018). (Antara / Novrian Arbi)
06 Februari 2019 23:37 WIB Dea Andriyawa Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG -- Suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, mengungkapkan harga pembuatan saung elite di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin yang fantastis. Biaya pembuatan saung elite itu mencapai Rp1,7 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Fahmi yang juga terdakwa dalam kasus suap izin keluar lapas saat bersaksi atas terdakwa eks Kepala LP Sukamiskin Wahid Husen di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (6/2/2019). Fahmi juga diketahui membangun saung elite di LP Sukamiskin.

Saat itu, Fahmi menjawab pertanyaan hakim saat ditanya terkait biaya yang dikeluarkan untuk membuat saung elit tersebut. "Rp ,7 M [miliar] yang mulia," kata Fahmi.

Hakim kaget dengan biaya fantastis untuk membuat saung tersebut. Fahmi menjelaskan uang tersebut bukan hanya untuk saung, melainkan juga untuk biaya menanam tanaman herbal dan membuat taman kolam. "Memang terlalu mahal, kalau di luar [LP] Rp500 juta," kata Fahmi.

Setelah itu, Fahmi menuturkan saung yang dimilikinya dikelola oleh Andri Rahmat, tahanan yang selama ini mendampingi Fahmi di LP Sukamiskin. Fahmi juga mempekerjakan dua orang tahanan lain untuk mengurus kebersihan saung. "Gaji orang-orang kebersihan, yang bayar Andri," kata Fahmi.

Namun, Fahmi mengaku saung tersebut dibuat sebelum Wahid Husen menjabat sebagai Kepala LP Sukamiskin. Saat Wahid menjabat, dirinya melakukan perbaikan terhadap saungnya.

Awalnya, Fahmi sempat mengelak terkait renovasi saung tersebut. Namun, saat dikonfrontasikan dengan keterangan Fahmi, Andri Rahmat mengaku ada perbaikan penambahan toilet dan walpapper dinding. "Bagaimana saudara Fahmi?" tanya hakim setelah mendengar pernyataan Andri Rahmat.

"Oh iya ada perbaikan," kata Fahmi.

Seusai persidangan, Fahmi menegasakan terkait biaya fantastis untuk pembuatan saung elite tersebut. "Ya kan ada herbal terus ada mesin produksinya juga," tandas Fahmi.

Sumber : Bisnis/JIBI