Grace Natalie Dituduh Menista, PSI Tetap Tolak Poligami

Sekjen Korlabi Novel Bamukmin melaporkan Grace Natalie dengan dugaan tindak pidana penistaan agama, di Bareskrim Polri, Senin (4/2 - 2019). (Bisnis/Aziz R)
06 Februari 2019 16:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTAPartai Solidaritas Indonesia (PSI) tetap memiliki sikap politik antipoligami walaupun Ketua Umum-nya, Grace Natalie, dipolisikan. Sebelumnya, Koordinator Bela Islam (Korlabi) melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama sebab melarang poligami yang diperbolehkan syariat Islam.

"Tetap. Posisi PSI sebagai partai yang tidak setuju tentang poligami, tetap," tegas Juru Bicara PSI Rian Ernest di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2019).

"Bahwa ini kebijakan yang kami terapkan pada internal partai kami, dan nanti harapannya kita bisa kembangkan pada pejabat-pejabat publik. Supaya pejabat publik tidak poligami," tambahnya.

Sikap politik tersebut masih sama dengan pernyataan Grace Natalie sebelumnya bahwa PSI akan mendorong kadernya, pejabat eksekutif, yudikatif, dan anggota DPR agar tidak berpoligami.

Rian berpendapat, walaupun diperbolehkan secara agama, dirinya menyebut sikap politik PSI telah dipertimbangkan matang. Berdasarkan data LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK), ada juga mudarat dari poligami.

"Jadi ini adalah kebijakan partai kami, secara internal kami terapkan. Tentu ini beda dengan dugaan pidananya [penistaan agama]. Karena ini adalah sikap politik kami. Kami tidak mengatakan agama A lebih baik dari agama B, tidak. Atau agama A salah, tidak," ujarnya.

"Kalau memang karena sikap politik kami dilaporkan polisi, silakan saja. Ini negara hukum, semua orang berhak melaporkan, tapi semua nanti akan terserah di penyidik dan penyelidik," tutup pria kelahiran Jerman, 24 Oktober 1987 ini.

Sumber : Bisnis/JIBI