Cerita Hasto Soal Prabowo Pakai Konsultan Asing di Pilpres 2009

Joko Widodo bersalaman dengan Prabowo Subianto usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara - Sigid Kurinawan)
06 Februari 2019 16:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Heboh isu penggunaan konsultan asing yang dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di De Tjolomadoe, Karanganyar, Minggu (3/2/2019) lalu, menjadi perdebatan. Jika kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantahnya, sebaliknya kubu Jokowi-Ma'ruf Amin mengaku pernah mengetahuinya.

Sekretaris PDIP sekaligus Tim Kampanye Jokowi - Maruf Amin, Hasto Kristianto, menyebut Prabowo Subianto pernah menyewa konsultan asing di Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Hasto membantah pernyataan Prabowo yang menyebut tidak pernah pakai konsultan asing dalam Pilpres 2019.

Prabowo menyewa konsultan asing saat berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009. Kala itu, Mega-Prabowo melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Tahun 2009 saya menjadi saksi bagaimana Prabowo menggunakan kunsultan asing," kata Hasto di Yogyakarta, dilansir Suara.com.

Bahkan Hasto menjelaskan bagaimana rekomendasi konsultan asing sangat berpengaruhi besar dalam proses pemilihan. Megawati yang menjadi pasangan Prabowo kala dinyatakan Hasto tidak mau menggunakan konsultan asing.

"Mereka menggunakan konsultan asing dan sangat dipengaruh berbagai masukan strategis politik, hanya saja Bu Mega nggak mau,"ungkap Hasto.

Saat disinggung apakah pada Pilpres 2019 ini kubu Jokowi-Maruf Amin akan menggunakan konsultasi asing, Hasto menolaknya. Dia menegaskan tidak akan menggunakan konsultan asing sebab hal tersebut tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

"Enggak ada karena kadang kala tidak sesuai dengan kultur dan karakter sebagai bangsa. Di tahun 2015 kita enggak ada," ujar Hasto.

Baginya, berkampanye yang baik bertujuan mencari pemimpin yang layak dan berkarakter serta mempunyai jati diri bangsa. "Buat kami yang penting adalah berkampanye itu mencari menghasilkan pemimpin rakyat yang punya karakter dan jati diri kita sebagai bangsa timur bukan bangsa barat," pungkas Hasto.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak, Senin (4/2/2019), membantah adanya penggunaan konsultan asing. Dia mengklaim Prabowo tidak memakai konsultan dari luar negeri, termasuk dari Rusia. Karena itu, klaim Dahnil, salah jika ada tuduhan penggunaan konsultan asing karena Prabowo menggunakan saran dari Bojong Koneng, Jawa Barat, tempat dia tinggal.

“Kalau berdasarkan saran dari Bojong Koneng, ya khasnya harus joget-joget dikit, joget Gatot Kaca. Itu konsultan Bojong Koneng. Jadi hal yang disampaikan gak tau pak jkw dari mana itu adalah sumber hoaks,” jelasnya.

Sumber : Suara.com

Kolom 22 hours ago

Pesan dari Kyoto