Sempat Turun 2%, Berapa Sesungguhnya Elektabilitas Jokowi di Jateng?

Tamu undangan antre untuk berfoto bersama calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, dalam acara Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel 01 di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Minggu (3/2/2019). - Espos/Ferri Setiawan
06 Februari 2019 11:40 WIB Danang Nur Ihsan Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) menyebut elektabilitasnya bersama calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin di Jawa Tengah (Jateng) sempat turun 2% di Jawa Tengah.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan saat deklarasi dukungan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (2/2/2019). "Empat pekan yang lalu elektabilitas di Jawa Tengah turun 2%. Kini naik kembali,” ujar dia.

Jokowi tidak membeberkan secara mendetail mengenai elektabilitasnya di Jateng. Lembaga survei Charta Politika merekam elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jateng dan DIY.

Dalam survei Charta Politika yang dirilis 16 Januari 2019 lalu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jateng & DIY adalah 72,3% dan Prabowo-Sandi 13,8%. Survei itu dilakukan 22 Desember 2018-2 Januari 2019.

Dari hasil survei yang diunduh Solopos.com dari laman chartapolitika.com, Selasa (5/2/2019), elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jateng & DIY cenderung stabil, sedangkan Prabowo-Sandi cenderung turun.

Pada survei April 2018, elektabilitas Jokowi adalah 71,3% dan kemudian turun 70,8% pada Oktober 2018, dan naik menjadi 72,3%. Sedangkan elektabilitas Prabowo pada April 2018 adalah 20,3%, kemudian Oktober 2018 turun menjadi 15,1%, dan terakhir menjadi 13,8%.

Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada 24 Januari 2019, mencatat tingginya split ticket voting di koalisi partai politik (parpol) pendukung Prabowo-Sandi di Jateng & DIY. Split ticket voting adalah perilaku pemilih yang memberikan suara kepada capres-cawapres yang berbeda dari yang dicalonkan parpol yang didukung. Perilaku ini berkebalikan dengan harapan parpol, yakni pemilih setia mendukung capres-cawapres yang diusung partai.

Indikator Politik mencatat split ticket voting koalisi  parpol pendukung Prabowo-Sandi di Jateng & DIY mencapai 54,9% dan koalisi Jokowi-Ma’ruf 14,4%. Berkebalikan dengan Jateng & DIY, di Jawa Barat split ticket voting koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf yang lebih tinggi yaitu 32% dan Prabowo-Sandi 15,4%.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, menargetkan pasangan nomor urut 01 meraih suara 80 persen di Jateng. "Jadi dalam rangka memberikan semangat kepada seluruh tim pemenangan," ujarnya.

Sumber : Newswire