Ini Alasan Citilink Indonesia Tunda Penerapan Bagasi Berbayar

Ilustrasi pesawat Citilink (citilink.co.id)
06 Februari 2019 07:40 WIB Tika Sekar Arum Nasional Share :

Solopos.com, SOLO - Maskapai Citilink Indonesia menegaskan menunda kebijakan bagasi berbayar yang semula akan diterapkan 8 Februari 2018. Penegasan ini disampaikan manajemen maskapai low cost carrier (LCC) itu melalui rilis yang diterima Solopos.com, Selasa (5/2/2019).

Imbauan Kementerian Perhubungan menjadi salah satu alasan penundaan penerapan kebijakan ini. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengimbau Citilink menunda penerapan bagasi berbayar setelah kebijakan yang diawali Lion Air Group itu menuai kritik banyak kalangan. "Citilink mengapresiasi arahan dari Kementerian Perhubungan dan akan menunda pemberlakuan kebijakan bagasi berbayar," kata Vice President Corporate Secretary Citilink Indonesia, Resty Kusandarina, di Jakarta, Selasa.

Meski menunda, bukan berarti Citilink batal menerapkan kebijakan itu. Sebelumnya, dalam sosialisasi program bagasi berbayar, manajemen menyampaikan tarif bagasi berbayar sekitar Rp9.000 per kilogram. Resty menegaskan pemberlakuan biaya bagasi menunggu hasil evaluasi atau kajian lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan.

Namun, sosialisasi mengenai rencana pengenaaan biaya bagasi berbayar masih terus dilakukan sebagai langkah edukasi kepada masyarakat atas kebijakan yang didasari oleh Peraturan Menteri Perhubungan No. 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Diharapkan dengan penundaan penerapan kebijakan ini dapat memberikan waktu sosialisasi kepada masyarakat,” imbuh dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memastikan penerapan bagasi berbayar di maskapai Lion Air Group boleh tetap berlanjut, namun dengan penyesuaian tertentu. "Untuk Lion Air karena sudah diberlakukan, akan tetap diberlakukan. Namun ada penyesuaian-penyesuaian, terutama tarif bagasi," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti, Jumat (1/2/2019).

Dia menambahkan selama ini sosialisasi yang dilakukan Lion Air Group belum maksimal terutama untuk pembelian prepaid bagasi agar penumpang tidak dikenai tarif tinggi.