Kasus Mahar Rp1 Triliun Menguat Lagi, Tim Prabowo Klaim Kampanye Serba Irit

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7 - 23018). (Antara / Sigid Kurniawan)
05 Februari 2019 22:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTAKasus dugaan mahar Rp1 triliun dari Sandiaga Uno kembali menguat setelah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memberi peringatan kepada Bawaslu. Namun, tim Prabowo-Sandi menganggap kasus itu sudah selesai.

Juru Bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur Andre Rosiade mengklaim kasus tersebut dari awal tidak benar. “Kalau ada mahar, PKS [Partai Keadilan Sejahtera] dan [Partai Amanat Nasional] pasti tidak koalisi bersama kami. Sekarang atributnya ada di mana-mana,” katanya saat dihubungi Bisnis/JIBI, Selasa (5/2/2019).

Andre mengklaim bahwa bukti tidak ada suap meminta dukungan bisa dilihat dengan kampanye Prabowo-Sandi yang serba irit. Namun Andre memastikan tim hukum siap mengawal kasus ini jika kembali membesar. “Dari awal Sandi saja suda bilang kalau ini tidak ada dan siap jika dipanggil Bawaslu,” ucapnya.

Sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberi peringatan tertulis kepada pimpinan Bawaslu. Peringatan itu diberikan karena Bawaslu memutus dugaan mahar tanpa meminta keterangan kepada penyebar isu, yaitu Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Melalui akun Twitter, saat itu Andi Arief mengaku kecewa dengan Prabowo karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun. Andi menyebut Sandi menyetor masing-masing Rp500 miliar ke PAN dan PKS untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo.

Sumber : Bisnis/JIBI