Kubu Jokowi Sebut Cuma Istilah, Ini Asal Usul Propaganda Rusia

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), berpidato dalam Deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel 01 di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Minggu (3/2 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
05 Februari 2019 05:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pernyataan Jokowi soal adanya propaganda Rusia tidak ada kaitannya dengan dugaan intervensi negara itu. Menurutnya, propaganda Rusia hanyalah sebuah istilah sehingga tidak ada kaitannya dengan intervesi negara Rusia pada proses politik di Indonesia.

Menurut politikus Golkar itu, istilah propaganda Rusia populer setelah RAND Corporation menerbitkan artikel The Russian 'Firehose of Falsehood' Propaganda Model pada 2016. Propaganda Firehose of Falsehood atau semburan kebohongan ini disebut digunakan dalam pemilu di Brasil, Meksico, dan Venezuela.

Ace mengatakan tujuan propaganda itu adalah untuk menghilangkan kepercayaan pada data dan merusak kredibilitas. Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak membantah pasangan capres 02 menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pilpres 2019.

Bahkan, Dahnil menyebut tudingan Jokowi tersebut sebagai kabar bohong atau hoaks. "Bohong dan hoaks kalau menyebut Pak Prabowo dan Bang Sandi pakai konsultan asing," ujar Dahnil, Senin (4/2/2019).

Dahnil juga menanggapi pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia dengan memproduksi hoaks sebanyak-banyaknya. Dia menegaskan, gaya kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga selama ini tidak menggunakan propaganda ala Rusia.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu meminta Jokowi berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Sebab, jika tidak terbukti, Jokowi dapat dituduh menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait penggunaan konsultasi asing dan propaganda Rusia.

Meski Jokowi tidak menyebut konsultan asing yang mana yang digunakan kubu Prabowo-Sandiaga, namun dia sempat menyinggung soal propaganda Rusia. "Seperti yang saya sampaikan, teori propaganda Rusia seperti itu. Semburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan sebanyak-banyaknya, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu. Memang teorinya seperti itu," kata Jokowi dalam satu kesempatan kampanye.

Sumber : Bisnis/JIBI