Bukan Pendukung Jokowi Jangan Lewat Tol? Wali Kota Semarang: Cuma Bercanda

Antrean pintu tol Colomadu saat libur Natal, Sabtu (22/12 - 2018). (Solopos/M.Ferri Setiawan)
04 Februari 2019 22:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akhirnya merespons kontroversi yang bermula dari pernyataannya soal jalan tol. Hendi memberikan klarifikasi setelah dalam dua hari terakhir pernyataannya menjadi polemik di media sosial.

Dia mengaku senang responsnya beragam. Pria yang akrab disapa Hendi ini mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur--termasuk jalan tol--dibutuhkan masyarakat. Pernyataan yang dia lontarkannya soal jalan tol, katanya, sebagai pengantar jelang debat kedua Pilpres pada 17 Februari 2019 yang akan membahas infrastruktur.

Hendi mengaku bahwa perkataannya bahwa yang boleh menggunakan jalan tol Semarang hanyalah pendukung Joko Widodo hanya sebagai candaan. Apalagi, Presiden saat kampanye di Ibukota Jawa Tengah menegaskan bahwa pembangunan jalan tol yang dilakukannya adalah untuk seluruh masyarakat.

“Jadi suka tidak suka sama Pak Jokowi, semua pakai jalan tol kan? Gitu saja cukup, dipahami sendiri-sendiri saja," katanya melalui keterangan pers yang diterima Bisnis/JIBI, Senin (4/2/2019).

Hendi sengaja tidak mau melakukan klarifikasi sejak ucapannya ramai dibicarakan publik. Ini dilakukannya agar tidak memancing respons negatif masyarakat. “Akhirnya kan diakui sendiri kalau pembangunan jalan tol itu untuk seluruh masyarakat, berarti kan pembangunannya dirasakan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hendi mempersilakan semua pihak yang ingin berkomentar terkait cadaannya yang bernada sarkas tersebut. “Mau komentar apa mangga, mau maki-maki saya silakan. Itu kan berarti omongan saya di-notice. Justru bagus, daripada terus ngotot kalau bangun jalan tol bukan untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI