Rektor Klaim Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM Berakhir Damai

Mahasiswa menandatangani petisi penolakan terhadap kekerasan seksual dalam aksi damai UGM Darurat Kekerasan Seksual di Kampus Fisipol UGM, Sleman, Kamis (8/11 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
04 Februari 2019 20:30 WIB Herlambang Jati Kusumo Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN — Rektorat Universitas Gajah Mada (UGM) mengklaim kasus dugaan perkosaan yang terjadi saat kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram Maluku 2017 berakhir damai. UGM mengklaim bahwa korban yang merupakan mahasiswi Fisipol; dan terlapor, Hardika Saputra (HS), mahasiswa Fakultas Teknik, telah sepakat berdamai.

Hal itu dikatakan oleh Rektor UGM, Panut Mulyono, dalam konferensi pers di UGM, Senin (4/2/2019). Panut mengatakan telah ada kesepakatan penyelesaian antara HS, Agni, dan UGM sendiri sebagai institusi tempat keduanya belajar.

“Pihak-pihak terkait dengan kesungguhan hati, ikhlas, lapang dada, dan telah saling bersepakat memilih penyelesaian internal UGM. Saudara HS menyatakan menyesal mengaku bersalah dan memohon maaf atas perkara yang terjadi Juni 2017, kepada pihak saudari AN [Agni] disaksikan UGM begitu. Kemudian bahwa saudara HS, saudari AN, dan UGM menyatakan perkara ini sudah selesai [damai],” ucap Panut saat konferensi pers, Senin.

Menurut Panut, dalam kesepakatan tersebut keduanya juga wajib mengikuti konseling dengan psikolog dari internal UGM maupun sesuai atau yang dipilih masing-masing pihak. Hal itu sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menangani.

Panut mengatakan HS harus mengikuti mandatory conseling, sementara korban juga harus mengikuti trauma conseling. Diungkapkan Panut keseluruhan biaya akan ditanggung oleh UGM, termasuk biaya perkulihan korban.

Panut juga meminta kepada Fakultas Teknik dan Fisipol untuk mendampingi keduanya hingga menyelesaikan pendidikan Mei 2019 mendatang, dan mengawal hal-hal yang telah disepakati.

Panut menegaskan dalam jalan damai ini tidak ada paksaan dari pihak universitas atau manapun. Keduanya telah bertandatangan di atas kertas bermaterai.

Sumber : Harian Jogja