Jokowi: Pakai Konsultan Politik Asing, yang Antek Asing Siapa?

Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah (PPJT) di Semarang, Sabtu (2/2 - 2019). (Antara/Aji Styawan)
03 Februari 2019 21:00 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim dirinya sering menjadi sasaran fitnah dari lawan politik. Kendati demikian dia sudah empat tahun ini hanya diam tak menjawab kebohongan yang diembuskan tentang dirinya.

Namun akhirnya dia merasa hal tersebut tak bisa dibiarkan. “Mentang-mentang saya diam terus dihina-hina, direndahkan seperti itu dipikir saya penakut? Saya sampaikan berkali-kali, tidak ada rasa takut yang hinggap di hati saya untuk kepentingan bangsa, rakyat dan negara. Nggak ada rasa takut sedikitpun,” ujar Jokowi dengan nada tinggi disambut tepuk tangan mereka yang hadir di Convention Hall, De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Minggu (3/2/2019).

Pada Minggu siang, Jokowi menghadiri Deklarasi Sedulur Kayu & Mebel Jokowi di De Tjolomadoe. Di acara itu, ribuan pendukung Jokowi datang termasuk Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan dan Alwi Shihab.

Jokowi lalu menyindir tudingan antek asing kepada dirinya yang selama ini diam saja. Dia lalu menyampaikan keberhasilan pengambilalihan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Blok minyak dan gas itu dioperasikan selama 50 tahun oleh Total E&P Indonesie dari Prancis dan Inpex Corporation dari Jepang, lalu diambil alih dan diserahkan 100 persen ke Pertamina. “Pertanyaan saya antek asingnya di mana?” ujar dia.

Kedua, Jokowi membeberkan pengalihan Blok Rokan di Riau yang sudah lebih 90 tahun lebih dikelola Chevron Pasific. "Dulu tidak ada yang mengatakan para pendahulu sebagai antek asing. Akhirnya tahun 2018 dimbil alih Pertamina 100 persen," kata Jokowi.

Begitu pula dengan pengelolaan Freeport di Papua yang sudah 40 tahun lebih dikelola Freeport-McMoran Copper and Gold Inc, yang diklaim terdapat tambang tembaga dan emas terbesar di dunia dan bisa diambil alih. Untung, kata Jokowi, tambang Grassberg belum habis karena masih ada tembaga dan emas bergunung-gunung.

Namun akuisisi itu, ujar dia, bukan hal gampang karena banyak intrik-intrik, tekanan dari berbagai penjuru berkaitan dengan politik. Karena itu, butuh empat tahun untuk mendapatkan pengelolaan lebih besar dari sebelumnya.

“Dipikir gampang, kalau gampang sudah dari dulu Freeport diambil alih pemerintah Indonesia. Ini pekerjaan yang amat sulit karena banyaknya tekanan-tekanan politik sangat tinggi. Untung saya kurus sehingga ditekan-tekan tidak terasa. Dan mulai akhir Desember 2018, pengelolaan Freeport sebesar 51,23 persen.”

“Pertanyaan saya yang antek asing siapa? Jangan menunjuk-nunjuk orang lain sebagai antek asing, padahal dia antek asing itu sendiri,” ungkap Jokowi disambut tepuk tangan.

Di sisi lain dia menyebut adanya teori Propaganda Rusia yaitu menyemburkan dusta sebanyak-banyaknya, semburkan kebohongan, semburkan hoaks sebanyak-banyaknya sehingga rakyat menjadi ragu.

“Yang dipakai konsultan asing, nggak mikir itu memecah belah rakyat atau tidak. Mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, membuat rakyat takut atau tidak. Tidak peduli. Karena konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?” ungkap mantan Wali Kota Solo ini.

Hal lain yang juga dikemukakan di hadapan ribuan massa di Convention Hall De Tjolomadoe adalah tentang kasus Ratna Sarumpaet, surat suara di tujuh kontainer yang dikabarkan sudah dicoblos dan sebagainya. Jika diteruskan, kata dia, hal ini dinilai bisa memecah belah bangsa.