Proyek Jembatan Jokowi Hampir Rampung, Netizen: Namanya Maksa Banget

Pekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan Jokowi di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Rabu (30/1/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
03 Februari 2019 01:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR Proses pengerjaan Jembatan Jokowi di Gondangrejo, Karanganyar, telah 90 persen rampung. Jembatan itu dibangun untuk menghubungkan Dukuh Karangwuni, Kelurahan Kragan, Gondangrejo, dengan Dukuh Sapen, Kelurahan Kebak, Kebakkramat, Karanganyar.

Menurut pelaksana proyek, PT Putra Mas Indah Baroe, pengerjaan Jembatan Jokowi hampir selesai. Saat ini, pekerja sedang fokus menyelesaikan trotoar, talut, dan pembentukan badan jalan.

“Proses pengerjaan sudah sesuai rencana, akhir Februari jembatan bisa diresmikan. Sejak akhir November 2018 jembatan sudah bisa dilewati, tapi tidak boleh untuk umum karena ini area proyek. Kami sudah bikin portal, tapi ada warga setempat yang nekat” ujar Supervisor PT Putra Mas Indah Baroe, Kodri kepada Solopos.com di lokasi proyek.

Proyek pengerjan Jembatan Jokowi itu menuai respons lucu dari warganet. Komentar unik tersebut disampaikan lewat akun Facebook khusus Solopos.com, Jumat (1/2/2019). Sejumlah netizen fokus menyoroti nama jembatan tersebut yang dianggap terkesan dipaksakan.

"Pembangunan di era Soeharto ada di mana-mana, tapi enggak pernah disebut Jalan Soeharto, Jembatan Soeharto, Bandara Soeharto, maupun Tol Soeharto," komentar Didib Dian.

"Jembatan Jokowi? Jokowi ngeluarin duit pribadinya sendiri buat bangun jembatan itu? Soeharto yang dapat penghargaan Bapak Pembangunan Indonesia aja enggak ada infrastruktur pakai namanya," imbuh Ahmad Meka Rosyadi geli.

"Kalau apa-apa yang dibangun adalah punya Jokowi, utang negara pun jadi utang Jokowi dong, hahaha," kelakar Firman.

"Dipaksa banget Jembatan Jokowi. Tapi, utangnya atas nama negara. Rakyat yang disuruh bayar, hahaha," sambung Gilanx Prastya.

Diberitakan sebelumnya, jembatan itu dibangun atas andil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Tak ayal, jembatan itu dikenal dengan nama Jembatan Jokowi. Jembatan penghubung itu diproyeksikan dapat menghidupkan ekonomi warga di Kragan dan sekitarnya.

Proyek jembatan tersebut menggunakan anggaran Rp20,6 miliar yang dikerjakan selama 360 hari. Yang bertindak sebagai penyedia jasa adalah PT Putra Mas Indah Baroe. Sementara konsultan supervisi dipegang oleh PT Indec Internusa (KSO) PT See Cons-PT Adhy Duta Prima.