Mahfud MD Prediksi Kasus Rocky Gerung Mengendap Sampai Pemilu & Hilang

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD menyapa wartawan seusai mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/9 - 2018). (Antara/Reno Esnir)
01 Februari 2019 23:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sampai saat ini belum mengetahui tuduhan apa yang dialamatkan kepada Rocky Gerung sehingga harus diperiksa Polda Metro Jaya. Mahfud mengatakan bahwa Rocky merupakan orang yang memiliki pemikiran dan perspektif sendiri secara ilmiah.

Karena pandangannya itu, dia dipanggil polisi untuk mengklarifikasi tuduhan pelapor soal pernyataan "kitab suci adalah fiksi". “Saya tidak menemukan. Ya tapi polisi mungkin punya dalilnya dan kita tunggu pengumumannya,” katanya di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Karena tidak tahu penyebabnya, Mahfud memprediksi kasus pengamat yang kerap kali mengkritik keras pemerintahan Joko Widodo ini tidak akan jelas. “Kalau saya tidak paham dan mungkin ini akan mengendap sampai akhir pemilu dan lalu akan hilang seperti lain-lain,” jelasnya.

Rocky Gerung dipolisikan Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018 dengan nomor laporan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 atas sangkaan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Selain Jack Boyd Lapian, Abu Janda juga melaporkan Rocky Gerung untuk sangkaan yang sama dengan nomor laporan TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.

Dua laporan yang sama itu akhirnya disatukan di Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti langsung pada tahun ini. Jack Boyd Lapian dan Abu Janda mempolisikan Rocky Gerung atas pernyataannya di program Indonesian Laywers Club (ILC) TVOne yang bertema Jokowi Prabowo Berbalas Pantun. Rocky Gerung menyebut "kitab suci adalah fiksi" meski ada premis lain yang mendahuluinya

Secara terpisah, Rocky Gerung mempertanyakan alasan tim penyidik yang membuat perkara tersebut mangkrak selama hampir 1 tahun. Rocky baru mulai dimintai keterangan pada Januari 2019, padahal laporannya sudah masuk sejak 2018.

“Saya tidak tahu apa alasan penyidik. Pokoknya setiap ada penundaan berarti ada manipulasi kan, rumusnya begitu,” ujarnya.

Sumber : Bisnis/JIBI