Diperiksa 5 Jam, Rocky Gerung: Pelapor Gagal Paham Beda Fiksi dan Fiktif

Akademisi dan aktivis Rocky Gerung bersiap menjalani pemeriksaan terkait ujarannya bahwa kitab suci itu fiksi dalam program 'Indonesia Lawyers Club' (ILC), di Ditkrimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/2 - 2019). (Antara/Reno Esnir)
01 Februari 2019 22:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :
Solopos.com, JAKARTA -- Terlapor Rocky Gerung mengaku dicecar sebanyak 22 pertanyaan selama 5 jam lebih oleh tim penyidik Direktorat Kriminal dan Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana penistaan agama.
 
Menurut aktivis Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) tersebut, dirinya lebih banyak dimintai klarifikasi ihwal makna pernyataan "kitab suci adalah fiksi" seperti yang dia sampaikan beberapa waktu lalu dalam program Indonesian Lawyer Club (ILC) TVOne. Rocky mengatakan fiksi dan fiktif jika disematkan kepada kitab suci memiliki arti yang berbeda jauh.
 
Rocky meyakini fiksi memiliki arti suatu energi untuk mengaktifkan imajinasi seseorang setelah membaca kitab suci. Sementara fiktif merupakan hal yang tidak ada secara fisik maupun imajinasi.
 
"Rupanya si pelapor itu gagal paham perbedaan antara fiksi dan fiktif. Padahal saya sudah terangkan berkali-kali mengenai apa itu fiksi dan fiktif," tuturnya seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019).
 
Sementara itu, kuasa hukum Rocky Gerung, Haris Azhar, mengaku heran dengan pihak pelapor yang melaporkan kliennya hanya berdasarkan judul dan bukan berdasarkan peristiwa tindak pidana. Selain itu, Haris juga mengaku sampai saat ini belum jelas siapa yang menjadi korban atas pernyataan Rocky Gerung itu.
 
"Kita juga tidak paham ini pelapor sebetulnya mewakili keyakinan, kepercayaan, atau agama yang mana, karena dia harus membuktikan ketika dia bawa barang ini ke polisi, dia harus tunjukkan siapa korbannya," katanya.
Rocky Gerung dipolisikan Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018 dengan nomor laporan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 atas sangkaan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Selain Jack Boyd Lapian, Abu Janda juga melaporkan Rocky Gerung untuk sangkaan yang sama dengan nomor laporan TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.
 
Dua laporan yang sama itu, akhirnya disatukan di Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti langsung pada tahun ini. Jack Boyd Lapian dan Abu Janda mempolisikan Rocky Gerung atas pernyataannya di program ILC TVOne yang bertema Jokowi Prabowo Berbalas Pantun. Rocky Gerung mengatakan bahwa kitab suci adalah fiksi namun ada sebuah premis yang mendahuluinya.

Sumber : Bisnis/JIBI