Dieksekusi ke LP Gunung Sindur, Buni Yani Bersumpah Tak Edit Video Ahok

Buni Yani menjalani sidang perdana kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/6 - 2017). (Antara / Agus Bebeng)
01 Februari 2019 21:31 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, DEPOK -- Buni Yani akhirnya dieksekusi. Kejaksaan Negeri Kota Depok mengeksekusi terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019) malam.

Meski akhirnya dieksekusi, Buni Yani tetap mengelak dirinya telah mengedit video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berkunjung di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Selain itu, Buni mengaku surat penangguhan penahanan yang dilayangkan telah ditolak oleh Kejaksaan Negeri Kota Depok.

"Saya tidak pernah mau mengaku sampai kapanpun telah mengedit video itu [pidato Ahok]," kata Buni Yani, Jumat, dilansir Suara.com.

Bahkan, eks dosen London School Public Relations (LSPR) itu bersumpah jika tidak pernah mengedit video Ahok. Selain itu, Buni Yani akan berkoordinasi dengan tim pengacara untuk menempuh langkah hukum yang diambil terkait eksekusi tersebut.

"Kalau saya yang mengedit video [Ahok] akan masuk ke neraka abadi. Namun apabila tidak terbukti pelapor, jaksa, polisi semua masuk neraka," kata Buni Yani.

Tepat pukul 20.43 WIB, Buni Yani dituntun petugas masuk ke dalam mobil tahanan Kejari Kota Depok berpelat nomor B 7012 ZPA. Terlihat sejumlah personel kepolisian berseragam dan bersenjata lengkap untuk dibawa ke LP Gunung Sindur , Bogor, Jawa Barat.

Sumber : Suara.com