Diperiksa Soal Fiksi, Rocky Gerung: Saya Enggak Siap Hadapi Pertanyaan Bodoh

Rocky Gerung (kedua kiri) saat Dialog Nasional Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di Padepokan Pak Dirman, Desa Slastri, Brebes, Minggu (23/12 - 2018). (Antara/Oky Lukmansyah)
01 Februari 2019 18:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi, Suara.com Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana penistaan agama. Dia dipanggil untuk mengklarifikasi pernyataannya tentang "fiksi" di Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One Selasa (10/4/2018) silam.

Rocky Gerung mengaku tidak memiliki persiapan apa pun untuk mengklarifikasi pertanyaan yang akan diberikan tim penyidik Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya. Rocky mendatangi Polda Metro Jaya sekitar pukul 15.30 WIB didampingi tim kuasa hukumnya.

Namun sebelum diperiksa polisi, Rocky sempat memberi pernyataan kontroversial di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, pada Jumat siang. Saat itu Rocky Gerung mengatakan seusai menghadiri peluncuran Buku Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu karya Denny Indriyana ia akan langsung datang ke Polda Metro Jaya memenuhi panggilan polisi. Namun, ia mengakui tak siap menghadapi pertanyaan bodoh.

"Saya nggak siap. Saya nggak siap menghadapi pertanyaan bodoh itu," kata Rocky Gerung di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).

Menurut Rocky, sudah pasti para polisi akan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan bodoh kepadanya terkait gugatan. Meski demikian, Rocky tetap memastikan dirinya akan memenuhi panggilan polisi. "Pastilah ada pertanyaan-pertanyaan bodoh. Ini bentuk klarifikasi saja. Saya mau ke situ kok, saya datang pasti," imbuh Rocky.

Rocky menegaskan, ucapannya itu bukan ditujukan kepada penyidik, melainkan kepada pihak pelapor kasus dugaan penistaan agama, yakni Jack Boyd Lapian dan Permadi Aria alias Abu Janda. "Bukan penyidik, tapi pelapor," ucap Rocky di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Rocky Gerung sempat tak memenuhi panggilan pertama sebagai saksi kasus tersebut pada Kamis (31/1/2019). Alasan Rocky Gerung tidak memenuhi panggilan saat itu yaitu karena sedang berada di Makassar.

"Tidak ada persiapan khusus. Hanya lari pagi saja, olahraga," tuturnya, Jumat (1/2/2019).

Menurut Rocky, dirinya beserta tim kuasa hukum juga sudah menyiapkan semua jawaban yang diprediksi ditanyakan tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. "Untuk menjawab pertanyaan ya kita siapkan jawabannya," katanya.

Rocky Gerung dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian dengan nomor laporan polisi: B/741/I/RES.2.5./2019/Dit.Reskrimsus yang telah ditandatangani oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP M Irhamni tertanggal 28 Januari 2019.

Pernyataan "kitab suci adalah fiksi" dilontarkan Rocky dalam program ILC TV One yang bertajuk Jokowi Prabowo Berbalas Pantun. Rocky menyatakan kata fiksi dianggap negatif karena dibebani kebohongan, sehingga fiksi itu dinilai selalu dimaknai sebagai kebohongan. Sebenarnya ada premis lain dalam pernyataannya yang panjang lebar itu. Namun, kata-kata "kitab suci adalah fiksi" itu yang kemudian menjadi viral.

Sumber : Bisnis/JIBI, Suara.com