Indonesia Protes Penyusupan Tokoh Separatis Papua ke Delegasi Vanuatu

Delegasi Indonesia yang dipimpin Menlu Retno Marsudi usai terpilih Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020, di New York, AS, Jumat (8/6 - 2018) malam WIB. (Istimewa)
31 Januari 2019 22:01 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia mengecam keras langkah manipulatif Pemerintah Vanuatu yang mengelabui Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (KT HAM) PBB. Vanuatu menyusupkan anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat, Benny Wenda, ke dalam delegasi Vanuatu.

"Indonesia mengecam keras tindakan Vanuatu yang dengan sengaja telah mengelabui KT HAM dengan melakukan langkah manipulatif melalui penyusupan Benny Wenda ke dalam delegasi Vanuatu," sebut pernyataan yang dilansir di laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di Jakarta, Rabu (31/1/219).

Menurut keterangan dari kantor KT HAM PBB, tanpa sepengetahuan kantor Komisioner Tinggi HAM, Benny Wenda dimasukkan dalam delegasi Vanuatu.  Pada Jumat (25/1/2019) lalu, delegasi Vanuatu melakukan kunjungan kehormatan ke kantor KT HAM.

Kunjungan kehormatan itu dilakukan dalam rangka pembahasan rekam jejak hak asasi manusia atau Universal Periodic Review (UPR) Vanuatu di Dewan HAM PBB.

Pihak Kemenlu RI menjelaskan bahwa nama anggota kelompok gerakan separatis Papua Barat, Benny Wenda, sebenarnya tidak masuk dalam daftar resmi delegasi Vanuatu untuk UPR. Kantor KT HAM PBB bahkan menyatakan pihaknya sangat terkejut mengingat pertemuan itu semata-mata dimaksudkan untuk membahas UPR Vanuatu.

Oleh karena itu, tindakan Pemerintah Vanuatu yang menyusupkan anggota separatis ke dalam delegasi negaranya merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB.

Pemerintah Indonesia pun menyatakan tidak akan pernah mundur untuk membela dan mempertahankan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk Papua.

Sumber : Antara