Wow, Polisi Ini Tiga Kali Tertembak Sepanjang Kariernya dan Terus Bertugas

Ilustrasi polisi Houston, Texas, Amerika Serikat. - foxnews
31 Januari 2019 02:30 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, HOUSTON -  Empat orang anggota polisi Houston, Texas, Amerika Serikat, belum lama ini tertembak saat melakukan operasi penangkapan tersangka kasus narkoba. Ternyata ada fakta unik, satu di antara polisi yang tertembak itu ternyata sebelumnya sudah dua kali tertembak sepanjang kariernya sebagai polisi. Dia kali ini tertembak saat berupaya membantu rekannya yang terlebih dahulu ditembak oleh tersangka yang hendak ditangkap.

Kepala polisi Houston, Art Acevedo, dalam jumpa pers terkait kasus penembakan itu pada Selasa (29/1/2019) mengatakan si polisi yang sudah tiga kali tertembak itu berusai 54 tahun. Dia menyebut polisi yang sudah bertugas selama 32 tahun itu sebelumnya tertembak pada 1992 dan 1997.

Acevedo menjelaskan, insiden baku tembak yang melukai empat personelnya terjadi pada Senin (28/1/2019) malam. Saat itu sejumlah polisi sedang berupaya menangkap Dennis Tuttle, 59, yang merupakan buronan kasus narkoba. Saat polisi pertama masuk ke rumah Tuttle di tenggara Kota Houston, dia diserang seekor anjing jenis pitbull. Anjing itu terpaksa ditembak mati. Saat itu Tuttle keluar dan langsung menembak polisi berusia 33 tahun itu dengan pistol, yang mengenai bahunya.

Saat polisi itu terjatuh ke sofa, pacar Tuttle, Rhogena Nicholas, 58, berusaha mengambil senapannya yang terjatuh. Namun dia keburu ditembak oleh polisi lain yang menyusul masuk. Rhogena kemudian dinyatakan tewas di lokasi. Sementara itu Tuttle terus menembak ke arah polisi yang masuk dan mengenai dua petugas lain.

Salah satu petugas yang tertembak kemudian adalah polisi berusia 54 tahun yang sebelumnya sudah dua kali tertembak sepanjang kariernya itu. Dia saat itu berupaya menolong rekannya yang terlebih dahulu tertembak, namun dia sendiri lantas tertembak di bagian leher. Acevedo menyebut meski lukanya cukup parah namun polisi itu dalam kondisi stabil.

“Saya harus masuk karena ada teman saya yang tertembak,” kata Acevedo menirukan si polisi yang menuliskan pesan untuknya. David Tuttle pun akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi. Karena para petugas itu terlibat dalam operasi dengan penyamaran, identitas mereka tidak diungkap ke pers.

Acevedo menambahkan penggeledahan di rumah Tuttle menemukan adanya ganja serta bubuk putih yang diduga kokain atau obat pereda sakit fentanyl. Polisi juga menemukan tiga senapan jenis shotgun dan dua senjata api laras panjang lain.

 

Sumber : Reuters