Profil 2 Wartawan Balairung UGM Peraih Penghargaan Jurnalisme Oktavianus Pogau

Thovan Sugandi dan Citra Maudy, wartawan Balairung UGM (Istimewa/Andreasharsono.net)
31 Januari 2019 18:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Kisah tragis yang dialami seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Agni (bukan nama sebenarnya), tentu masih segar dalam ingatan. Pengakuan Agni yang diperkosa rekannya saat mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, Juni 2018, diceritakan dalam laporan khusus terbitan pers mahasiswa UGM Balairung Press.

Laporan tentang kisah tragis Agni yang diterbitkan Balairung UGM dengan judul Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan menjadi sorotan, termasuk oleh media arus utama nasional. Laporan menghebohkan yang terbit 5 November 2018 ditulis oleh dua wartawan Balairung UGM, Citra Maudy dan Thovan Sugandi. Berkat laporan tersebut, dua mahasiswa UGM tersebut dianugerahi penghargaan Oktavianus Pogau dari Yayasan Pantau.

"Citra dan Thovan berani melakukan liputan peka soal kekerasan seksual di kampus. Harapannya, liputan ini akan mendorong usaha serupa di kalangan media, umum, maupun mahasiswa guna membela korban kekerasan seksual," kata ketua dewan juri penghargaan Pogau dari Yayasan Pantau, Andreas Harsono, dalam siaran pers yang dikutip Solopos.com dari situs resminya, Kamis (31/1/2019).

Balairung Press merupakan unit kegiatan mahasiswa di kampus UGM yang awalnya terbit dalam bentuk majalah pada 1985. Kala itu, unit kegiatan mahasiswa ini diberi nama Badan Penerbitan Pers Mahasiswa Balairung. Sejak 1997, Balairung menerbitkan website yang akhirnya pada 2017 memakai alamat www.balairungpress.com. Salah satu laporan paling menghebohkan dari situs tersebut adalah karya Citra dan Thovan tentang kisah tragis Agni.

Citra Maudy adalah mahasiswa sosiologi UGM. Gadis kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, 1998, itu bergabung dengan Balairung Press sejak 2016 sebagai reporter. Kemampuannya menulis feature, laporan utama, dan hard news terus meningkat sehingga ditunjuk menjadi redaktur pelaksana sejak 2017.

Sementara Thovan Sugandi merupakan masiswa filsafat UGM. Pemuda kelahiran Jombang, Jawa Timur, 1996 bergabung dengan Balairung Press sejak 2015 dan pada 2018 ditunjuk sebagai redaktur. Dia juga tercatat sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan pernah menjadi redaktur jurnal Tradisi PMII periode 2016-2018.

Dalam laporan tersebut, Citra Maudy selaku reporter menceritakan detail pengalaman buruk yang dialami Agni. Setelah itu, Balairung menerbitkan berita bertajuk Malang Melintang Penanganan Pelecehan Seksual di Kampus. Laporan itu mengungkap pelecehan seksual terjadi di lingkup kegiatan mahasiswa UGM. Kasus Agni ibarat puncak gunung es yang menjadi pusat perhatian publik.

Menanggapi laporan itu, rektorat UGM membentuk komite etik untuk memeriksa kasus Agni. Kepala keamanan kampus UGM, Arif Nurcahyo, melaporkan kasus ini ke polisi. Akhirnya, kasus ini pun berkembang sehingga Agni dan terduga pelaku bernama Hardika Saputra diperiksa.

Pengacara Hardika Saputra, Tommy Susanto, mengatakan, kejadian itu berdasarkan suka sama suka. Tak sampai di situ saja, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Citra dan Thovan.