Sejarah Hari Ini: 30 Januari 1969, Konser Terakhir The Beatles

Konser terakhir The Beatles di atap gedung Apple Records di London, Inggris, 30 Januari 1969. (Youtube.com)
30 Januari 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Pada 30 Januari 1969, The Beatles tampil bermusik di hadapan publik untuk kali terakhir sebelum akhirnya bubar. Konser terakhir The Beatles itu digelar di atap gedung Apple Records di London, Inggris. Sayangnya, konser terakhir The Beatles itu dibubarkan polisi saat tengah berlangsung.

Konser terakhir grup musik legendaris itu merupakan satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada 30 Januari dari tahun ke tahun. Demi mengenangnya, berikut Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 30 Januari yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 30 Januari:

I Gusti Ngurah Rai. (Wikimedia.org)
1917
I Gusti Ngurah Rai lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia-Belanda atau kini Indonesia. Ia kemudian dikenal sebagai pemimpin militer di Bali saat fase Perang Kemerdekaan Indonesia. Namanya ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional pada 1975 silam. Kini, namanya digunakan sebagai nama bandara di Bali, yakni Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.

1942
Pertempuran antara pasukan Jepang dan pasukan Sekutu meletus di Ambon, Hindia-Belanda atau kini Indonesia. Pertempuran itu berlangsung selama lima hari dan berakhir dengan kemenangan Jepang. Lebih dari 300 tentara Sekutu yang tertangkap dibantai pasukan Jepang di Lapangan Laha, Ambon.

1944
Pasukan Sekutu yang menyerbu wilayah Cisterna, Anzio, Italia dan memicu pertempuran dengan pasukan Jerman. Pertempuran itu berlangsung selama empat hari dan berakhir dengan kemenangan Jerman. Sekutu harus kehilangan 311 tentaranya yang tewas dan 450 tentara yang ditawan dalam pertempuran tersebut.

1945
Kapal penumpang milik Jerman, Wilhelm Gustloff, yang dipadati pengungsi Jerman, tenggelam di Laut Baltik setelah ditorpedo oleh kapal selam milik Uni Soviet. Sekitar 9.500 orang tewas dalam peristiwa yang dianggap sebagai musibah pelayaran paling mematikan itu.

1945
Pasukan Amerika Serikat (AS) bersama pasukan Filipina menyerbu Kota Cabanatuan, Filipina yang dikuasai Jepang. Dalam penyerbuan itu, pasukan AS dan pasukan Filipina berhasil membebaskan lebih dari 500 tentara Sekutu yang ditawan Jepang.

1948
Pemimpin spiritual sekaligus politikus di India, Mohandas Karamchand Gandhi alias Mahatma Gandhi, dibunuh seorang lelaki Hindu, Nathuram Godse, yang marah karena menganggap Gandhi terlalu memihak kepada umat Islam dibandingkan umat Hindu. Gandhi tewas setelah ditembak tiga kali di Birla House, New Delhi, India. Kini, Birla House menjadi museum bernama Gandhi Smriti yang didedikasikan untuk Mahatma Gandhi.

1968
Pasukan Vietnam Utara mulai melancarkan serangan besar-besaran ke Vietnam Selatan. Serangan itu kemudian dilakukan dalam tiga fase, yakni pada 30 Januari hingga 28 Maret 1968, 5 Mei sampai 15 Juni 1968, dan 17 Agustus hingga 23 September 1968. Meskipun Vietnam Utara kehilangan tentara lebih banyak dibanding Vietnam Selatan, serangan ini dianggap sebagai titik balik Vietnam Utara untuk mencapai kemenangan dalam Perang Vietnam lantaran berhasil melancarkan propaganda besar-besaran di Vietnam Selatan. Serangan itu kini dikenang dengan sebutan Serangan Tet lantaran dimulai tepat pada Tahun Baru Vietnam yang dalam bahasa Vietnam disebut Tet Nguyen Dan.

1969
Untuk kali terakhir, The Beatles tampil bermusik di hadapan publik sebelum akhirnya bubar. Konser terakhir The Beatles itu digelar di atap gedung Apple Records di London, Inggris. Sayangnya, konser terakhir The Beatles itu dibubarkan polisi saat tengah berlangsung.

1972
Tentara Inggris menembaki warga sipil yang berdemonstrasi menuntut hak-hak sipil di Dery, Irlandia Utara. Akibatnya, sebanyak 14 orang tewas tertembak. Peristiwa yang terjadi di masa Konflik Inggris-Irlandia Utara itu kini dikenang dengan nama Bloody Sunday atau Minggu Berdarah lantaran terjadi pada Minggu.

Dimitar Ivanov Berbatov kala masih berseragam MU. (Reuters)
1981
Dimitar Ivanov Berbatov lahir di Blagoevgrad, Bulgaria. Namanya kemudian menjadi terkenal setelah menjadi pemain sepak bola dan pernah membela dua klub besar di Inggris, yakni Tottenham Hotspur dari 2006 sampai 2008 dan Manchester United sejak 2008 sampai 2012. Kini, pemain sepak bola yang berposisi sebagai striker itu membela salah satu klub di India, Kerala Blasters.