Pernyataan Soal "Fiksi" di ILC, Rocky Gerung Diperiksa Kamis Pagi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono (tengah). (Antara/Rachel Aritonang)
30 Januari 2019 23:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :
Solopos.com, JAKARTA — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mendesak Rocky Gerung agar kooperatif dan memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana penistaan agama. Rocky rencananya diperiksa pada Kamis (31/1/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menjelaskan tim penyidik memanggil mantan aktivis Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) itu Kamis pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.
Argo berharap Rocky Gerung kooperatif untuk memenuhi panggilan tersebut, agar perkara dugaan tindak pidana penistaan agama yang telah dilaporkan Jack Boyd Lapian menemukan titik terang.
 
"Agenda undangan klarifikasinya itu besok jam 10.00 WIB. Kami berharap yang bersangkutan hadir, karena yang bersangkutan kan orang yang cerdas dan terpelajar ya," tuturnya, Rabu (30/1/2019).
 
Argo tidak menjelaskan lebih lanjut terkait alasan tim penyidik yang baru memanggil Rocky Gerung besok. Padahal, pelapor sudah melaporkan Rocky atas tuduhan penistaan agama sejak 16 April 2018 dengan nomor laporan: LP/512/IV/2018/Bareskrim
 
"Ya kan tidak apa-apa kalau baru diperiksa besok. Yang bersangkutan juga kita hubungi terus kok," kata Argo.
Dalam surat panggilan tertanggal 28 Januari 2019 tersebut, Rocky Gerung diminta untuk menemui penyidik Unit IV Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya. Dia bakal dimintai keterangan sehubungan laporan Jack Boyd Lapian tentang adanya dugaan tindak pidana penistaan agama.
Dasar pelaporan adalah penggalan pernyataan Rocky Gerung dalam program acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One pada 10 April 2018 yang berbunyi "kitab suci itu adalah fiksi". Rocky kian populer dengan pernyataan-pernyataan kritis dan cara penyampaiannya yang unik menyangkut berbagai hal kebangsaan. Termasuk kritis terhadap pemerintahan Joko widodo-Jusuf Kalla.
Pria kelahiran Manado Sulawesi Utara 60 tahun silam ini alumni jurusan ilmu filsafat Universitas Indonesia pada tahun 1986. Semasa kuliah, dikenal dekat dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Hariman Siregar, Marsilam Simanjuntak.
Bersama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Azyumardi Azra, Rocky Gerung ikut mendirikan lembaga think-tank di bidang demokrasi dan hak asasi manusia, Setara Institute pada 2005.

Sumber : Bisnis/JIBI