Sebut Selisih Elektabilitas Jokowi-Prabowo 4,1%, Ini Rekam Jejak Survei Puskaptis

Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) dan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperlihatkan hasil pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9 - 2018). (Bisnis/Dwi Prasetya)
30 Januari 2019 18:00 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf meragukan hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Survei itu menyebut selisih elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga tinggal 4,1%.

Dalam survei itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebut tinggal 45,90% dan Prabowo-Sandiaga sudah melesat menjadi 41,80%. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai rekam jejak Puskaptis kerap keliru dalam melakukan survei dan hitung cepat. Jadi, Karding mengaku tidak khawatir dengan hasil survei Puskaptis.

"Pada Pilpres 2014 Puskaptis pernah menyatakan pasangan Prabowo-Hatta menang dari Jokowi-JK, tapi nyatanya KPU menentapkan Jokowi-JK yang menjadi presiden dan wakil presiden," ungkap Karding Rabu (30/1/2019).

"Saat Pilkada Jakarta 2012 Puskaptis menyebut Jokowi-Ahok tidak akan bisa mengalahkan petahana Fauzi Bowo-Nachrawi Ramli, tapi nyatanya yang dilantik di DPRD menjadi gubernur dan wakil gubernur adalah Jokowi-Ahok," tambahnya.

Karding pun percaya diri, TKN Jokowi-Ma'ruf masih meyakini bahwa Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan Pilpres dengan telak. "Ini berdasarkan sejumlah lembaga survei yang kredibel, bukan abal-abal," sindir Karding.

Sementara itu, Data Lingkaran Survei Indonesia (LSI) per Desember 2018 menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih unggul 54,2% dibandingkan Prabowo-Sandi yang memperoleh 30,6%.  Kemudian, elektabilitas kedua paslon yang dihimpun Litbang Kompas menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul 52,6%, sementara Prabowo-Sandi 32,7%.

Selain itu, Charta Politika menemukan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 53,2%, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh suara 34,1%.

Sumber : Bisnis/JIBI