Bawaslu Selidiki Info Jokowi Borong Sabun Rp2 Miliar

Eli Liawati menunjukkan sabun produksinya yang diborong Presiden Jokowi senilai Rp2 miliar. (Suara.com - Ummi H Saleh)
23 Januari 2019 23:30 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sedang mencocokkan informasi soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membeli 100.000 botol sabun senilai total Rp2 Miliar. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pembelian itu menggunakan uang Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Hal inilah yang sedang dipelajari Bawaslu. Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa informasi yang beredar saat ini adalah apakah Jokowi benar-benar menggunakan uang dari negara atau tim kampanye.

“Ini yang menjadi investigasi kewenangan kita, sedang diminta melakukan investigasi atas informasi yang berseliweran,” katanya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Afif menjelaskan bahwa apabila pembelian sabun itu merupakan aktivitas sebagai Presiden, maka hal itu bukan ranah Bawaslu. Akan tetapi sebelum menentukannya, hal tersebut bakal dimintakan klarifikasi kepada semua pihak yang terlibat.

“Misalnya ada [Jokowi] aktivitas di kampus, tapi yang izin itu tim kampamye. Nah, ini kita ingatkan jangan itu bagian dari kampanye. Acara boleh dilakukan tapi jangan di kampus karena di kampus langsung masuk area yang dilarang dalam area kampanye,” ucapnya.

Sementara itu untuk menyimpulkan semuanya, Bawaslu saat ini sedang memikirkan cara melakukan pencarian atau investigasi mengenai keterangan-keterangan yang kontradiktif atas pembelian sabun.

“Tapi intinya sedang kami dalami. Kalaupun tahapanya adalah penelusuran, nah penelusurannya itu yang akan dilakukan bareng oleh tim kita,” ungkapnya.

Sebelumnya Jokowi membeli sabun cuci dengan merek Padawangi sebanyak 100.000 botol dari salah satu kelompok usaha di Garut. Pembelian dengan nilai fantastis ini kemudian menjadi pembicaraan publik.

Sumber : Bisnis/JIBI