Sejarah Hari Ini: 22 Januari 1517, Ottoman Kuasai Mesir

Sosok Kavaleri Mamluk yang dipakai perang melawan Kesultanan Ottoman tersimpan di Muse de l'Arme, Paris, Prancis. (Wikimedia.org)
22 Januari 2019 00:10 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Kesultanan Ottoman di bawah Selim I berhasil menaklukkan seluruh wilayah kekuasaan Kesultanan Mamluk yang kini disebut Mesir, tepat pada 22 Januari 1517. Keberhasilan Kesultanan Ottoman itu diraih setelah memenangi Pertempuran Ridaniya, pertemuran terakhir di masa Perang Ottoman-Mamluk. Kesultanan Mamluk kemudian dinyatakan runtuh setelah wilayahnya dikuasai Kesultanan Ottoman.

Runtuhnya Kesultanan Mamluk setelah dikuasai Kesultanan Ottoman itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada 22 Januari. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

Konstantinus III. (Wikimedia.org)
613
Konstantinus III yang baru berusia delapan bulan dinobatkan sebagai kaisar muda di Kekaisaran Romawi Timur oleh ayahnya, Heraklius. Baru pada 641, ia diangkat sebagai kaisar Romawi Timur menggantikan ayahnya yang meninggal.

871
Pasukan Viking mengalahkan pasukan Kerajaan Saxon Barat di wilayah yang kini dikenal dengan nama Old Basing, Hampshire, Inggris. Kemenangan itu membuat wilayah kekuasaan Viking di Inggris semakin luas pada masa Invasi Viking di Inggris.

1517
Kesultanan Ottoman di bawah Selim I berhasil menaklukkan seluruh wilayah kekuasaan Kesultanan Mamluk yang kini disebut Mesir. Keberhasilan Kesultanan Ottoman itu diraih setelah memenangi Pertempuran Ridaniya, pertemuran terakhir di masa Perang Ottoman-Mamluk. Kesultanan Mamluk kemudian dinyatakan runtuh setelah wilayahnya dikuasai Kesultanan Ottoman.

1848
Pasukan Inggris berhasil merebut wilayah Multan di Punjab, India dari tangan Kerajaan Sikh. Keberhasilan itu diraih setelah pasukan Inggris melakukan pengepungan sejak 19 April 1848.

1879
Pasukan Kerajaan Zulu berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Inggris di wilayah yang kini disebut Isandlwana, Afrika Selatan (Afsel). Dalam salah satu pertempuran di masa Perang Inggris-Zulu itu, 52 perwira militer, 800 prajurit, dan 477 orang dari kubu Inggris tewas. Sedangkan Kerajaan Zulu kehilangan sekitar 1.000 tentaranya.

1941
Pasukan Inggris berhasil merebut Kota Tobruk di Libya dari cengkeraman Italia. Peristiwa itu merupakan salah satu kemenangan Inggris dalam Operasi Kompas yang dilancarkan di wilayah Mesir dan Libya demi mengusir pasukan Italia.

1944
Pasukan Sekutu tiba di wilayah Anzio dan Nettuno di Italia untuk memulai Operasi Shingle. Tibanya pasukan Sekutu itu kemudian memicu pertempuran di Anzio yang berlangsung hingga 5 Juni 1944. Sekutu berhasil menjadi pemenang dalam pertempuran tersebut dan Operasi Shingle terhitung berhasil.

Qazi Muhammad. (Youtube)
1946
Qazi Muhammad mendeklarasikan pendirian negara bernama Republik Mahabad di pusat Kota Mahabad, Chahar Cheragh. Qazi Muhammad lantas menjadi pemimpin di negara tersebut. Namun demikian, negara yang dideklarasikan di wilayah kekuasaan Dinasti Pahlavi Iran itu hanya bertahan sampai 31 Maret 1947 setelah para pemimpinnya dieksekusi mati oleh otoritas Iran.

1995
Serangan bom bunuh diri mendera wilayah Beit Lid, Israel. Serangan yang kini dikenang dengan sebutan Pembantaian Beit Lid itu menewaskan 20 tentara Israel dan dua warga sipil. Gerakan Jihad Palestina dituding sebagai pelaku bom bunuh diri itu. Serangan itu disebut-sebut sebagai serangan bom bunuh diri pertama yang dilakukan Gerakan Jihad Palestina di Israel.

2007
Serangan bom mendera pasar di Bab Al-Sharqi, Baghdad Tengah, Irak dan 88 orang dan melukai 160 lainnya. Serangan tersebut terjadi dua hari setelah dimulainya festival kaum Syiah. Namun demikian, otoritas setempat tak mengungkapkan pelaku dan motif serangan tersebut.