Gerindra Klaim Kucurkan Ratusan Miliar untuk Jokowi di Pilkada Jakarta

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1 - 2019). (Antara/Sigid Kurniawan)
22 Januari 2019 17:35 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengisahkan tidak mengeluarkan dana sepeserpun saat maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 silam. Hal itu memang benar karena Partai Gerindra yang menanggung hampir seluruh biaya kampanyenya.

Anggota Direktorat Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo, mengatakan dana kampanye yang dikeluarkan Partai Gerindra baik dari Prabowo Subianto dan adiknya Hashim Djojohadikusumo sangat besar.

“Tetapi saya mau koreksi tidak sampai Rp600 miliar. Puluhan sampai ratusan [miliar],” kata Nicholay di Jakarta, Selasa (21/1/2019).

Fakta yang tidak bisa dipungkiri, kata Nicholay, adalah saat Jokowi menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2012-2017 Gerindra mengucurkan 90% dari kebutuhan kampanye. Sementara PDIP yang jadi partai koalisi, katanya, menyumbang 10%.

“Ini fakta dan tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Makanya saya mengatakan dalam berpolitik hendaknya memakai etika dan budi pekerti. Artinya melihat siapa orang yang menjadikannya, tahu mengucapkan terima kasih,” tegasnya.

Menurut Nicholay yang mengaku sebagai sahabat Jokowi itu, dia bisa menceritakan hal tersebut karena menjadi saksi hidup. Dia mengaku sebagai orang yang memperkenalkan Hashim pada November 2008 di Loji Gandrung, Solo.

Saat itu Jokowi yang menjabat sebagai Wali Kota Solo meminta dipertemukan dengan Prabowo dan Hashim. Dia mengaku hal itu bukan barang sulit. Meski begitu, Nicholay saat itu ingin tahu apa yang sudah dilakukan Jokowi di pemerintahan.

Setelah bertemu dan mendengar penjelasan Jokowi, katanya, Hashim Djojohadikusumo tertarik padanya dan siap mendukung menjadi Gubernur Jakarta secara penuh termasuk dari segi dana.

Pernyataan Jokowi tidak mengeluarkan dana ini dilontarkannya saat Debat Pilpres 2019 putaran pertama pekan lalu. Jokowi mengatakan prinsip rekrutmen harus berbasis kompotensi, bukan finansial dan nepotisme.

Sumber : Bisnis/JIBI