Stok Diprediksi Berlebih, Bulog Berencana Ekspor Beras

Presiden Joko Widodo mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Bulog, Jakarta, Kamis (10/1 - 2019). (Antara/Puspa Perwitasari)
21 Januari 2019 19:00 WIB Pandu Gumilar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Perum Bulog mulai melirik pasar ekspor untuk menyalurkan stok beras yang diprediksi berlebih tahun ini. Direktur Utama  Perum Bulog Budi Waseso pun menargetkan bisa mengekspor beras pada tahun ini.

Menurutnya, gudang Bulog yang berkapasitas 3,6 juta ton diperkirakan penuh pada musim panen tahun ini. Saat ini perseroan tersebut masih menyimpan cadangan sebesar 2,1 juta ton beras.

Dengan target penyerapan yang mencapai 1,8 juta ton, artinya ada kemungkinan Bulog akan kelebihan stok beras sebesar 300.000 ton. Di sisi lain, serapan dari operasi pasar berjalan stagnan dan kurang dari target yang ditetapkan, yakni 15.000 ton/hari.

Buwas mengatakan salah satu indikator ekspor bisa segera dilakukan adalah ketika gudang Bulog penuh. Menurutnya, bukan hal yang aneh apabila Indonesia yang masih impor beras tiba-tiba melakukan ekspor.

"Petani tidak perlu takut gudang penuh dan kami tidak bisa serap. Kami akan tetap serap dan nanti kami kelola dengan ekspor, sebab sudah ada beberapa negara Asean yang sudah kami hubungi dan siap untuk membeli karena butuh," ungkapnya seusai rapat dengan Komisi IV DPR RI, Senin (21/1/2019).

Lagi pula, lanjutnya, tidak perlu terlalu alergi terhadap impor beras karena langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dalam negeri. Syaratnya, impor beras tidak menjatuhkan harga di tingkat petani.

"Ya kalau kami sudah tidak bisa menyerap kami ekspor, tapi kami juga tidak menunggu gudang penuh. Begitu pasar sudah ada ya kami ekspor. Harga masih dinegosiasikan sekarang tinggal kualitas agar tidak kalah bersaing dengan negara lain," katanya.

Sumber : Bisnis/JIBI