Sejarah Hari Ini: 18 Januari 1919, Konferensi Perdamaian Paris Dibuka

David Lloyd George dari Inggris, Vittorio Emanuele Orlando dari Italia, Georges Clemenceau dari Prancis, dan Woodrow Wilson dari AS menghadiri Konferensi Perdamaian Paris, 1919 (dari kiri ke kanan). (Wikimedia.org)
18 Januari 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Pada 18 Januari 1919, Konferensi Perdamaian Paris dibuka di Istana Versailles, Paris, Prancis. Konferensi itu digelar dengan tujuan agar Blok Sekutu dan Blok Sentral mencapai kesepakatan damai demi mengakhiri Perang Dunia I secara keseluruhan.

Dibukanya Konferensi Perdamaian Paris itu merupakan satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada 18 Januari dari tahun ke tahun. Berikut ini Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 18 Januari yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

474
Leo II yang masih berusia tujuh tahun diangkat sebagai kaisar di Kekaisaran Romawi Timur menggantikan kakeknya, Leo I. Leo I kemudian hanya memimpin Kekaisaran Romawi Timur selama 10 bulan setelah dirinya tewas tanpa sebab yang jelas. Ia kemudian digantikan ayahnya, Zeno.

James Cook. (Smithsonianmag.com)
1778
Penjelajah asal Inggris, James Cook, tiba di wilayah Hawaii dan menjadikannya sebagai orang Eropa pertama yang tiba di Hawaii. Kala itu, Cook menamai wilayah Hawaii dengan sebutan Kepulauan Sandwich.

1913
Pasukan Yunani dengan beberapa kapal kecilnya berhasil mengalahkan Angkatan Laut Kesultanan Ottoman dalam pertempuran di perairan dekat Pulau Lemnos, sebelah utara Laut Aegea, Yunani. Dengan kalahnya pasukan Ottoman, pasukan Yunani berhasil mengamankan kepulauan di Laut Aegea Utara dari upaya perebutan pasukan Ottoman.

1919
Konferensi Perdamaian Paris dibuka di Istana Versailles, Paris, Prancis. Konferensi itu bertujuan agar Blok Sekutu dan Blok Sentral mencapai kesepakatan damai demi mengakhiri Perang Dunia I secara keseluruhan.

1945
Pasukan Uni Soviet berhasil membebaskan Kota Krakow di Polandia dari cengkeraman Jerman. Sebelumnya, Jerman telah menguasai wilayah Krakow sejak 1939.

1971
Josep Guardiola Sala lahir di Santpedor, Spanyol. Namanya kemudian dikenal sebagai pemain sepak bola yang pernah membela klub besar di Eropa, yakni Barcelona dan AS Roma. Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola pada 2006, Guardiola menjadi pelatih Barcelona pada 2008 sampai 2012 dan Bayern Munchen sejak 2013 sampai 2016. Sejak 2016 lalu, pria yang akrab disapa Pep itu memutuskan untuk melatih salah satu raksasa di Liga Inggris, Manchester City.

1976
Tak kurang dari 1.500 orang tewas dibantai di Karantina, Beirut Lebanon. Peristiwa tragis di masa Perang Saudara Lebanon itu diduga dilakukan kelompok militan kristen Lebanon. Kini, peristiwa tragis itu dikenang dengan sebutan Pembantaian Karantina.

2010
Tentara Pakistan yang menjaga wilayah perbatasan menyerang negara India karena dituduh melakukan penembakan terhadap salah satu tentara tanpa alasan yang jelas. Hal itu membuat situasi kedua negara memanas. Puncaknya, ketegangan tersebut berubah menjadi perang yang melibatkan sejumlah warga sipil di Pakistan dan India.

Alexander Dolmatov. (Rbth.com)
2013
Aktivis yang anti terhadap pemerintahan presiden Rusia Vladmir Putin, Alexander Dolmatov, nekat bunuh diri karena permohonan suakanya ke Belanda ditolak. Ia melakukan bunuh diri di penjara setelah ditangkap karena terlibat demonstrasi menentang pelantikan Vladmir Putin.

2014
Militer Sudan mengumumkan keberhasilan mereka merebut kembali Kota Bor dari tangan pemberontak. Kota tersebut merupakan lokasi paling strategis yang telah lama diperebutkan antara pemerntah Sudah dan kelompok pemberontak.