Geger Ijazah Jokowi, Begini Sejarah Berdirinya SMAN 6 Solo

Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (Bisnis/Dedi Gunawan)
18 Januari 2019 08:00 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Keaslian ijazah SMA milik calon presiden (capres) petahana, Joko Widodo alias, menjadi perdebatan di antara warganet. Perdebatan itu bermula kala pengguna akun Twitter @IreneViena dengan berani menyatakan rela mati dan masuk neraka jika benar Jokowi merupakan lulusan SMAN 6 Surakarta.

Ia menganggap Jokowi bukan merupakan lulusan SMAN 6 Surakarta karena menurutnya sekolah tersebut baru berdiri pada 1986. "Jika benar Presiden Joko Widodo adalah mantan siswa SMA 6 Surakarta pada antara tahun 1977 sampai 1982. Saya rela mati sekarang dan masuk neraka. Kok nekad? Ya nekad donk. SMAN 6 Surakarta baru ada tahun 1986. Jadi Jokowi SMAnya dimana? Emboh! Bukan urusanku!" kicaunya, Sabtu (12/1/2019).

Namun, berdasarkan lampiran berkas yang terdapat di laman resmi KPU, Jokowi memang bukan merupakan lulusan SMAN 6 Surakata, melainkan lulusan Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakata.

Berdasarkan data pada laman resmi SMAN 6 Solo, Sman6surakarta.sch.id, yang diakses pada Kamis (17/1/2019), SMAN 6 Surakarta berdiri pada 1975 dengan nama Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) Nomor 40 Surakarta.

Meski bernama SMPP, kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 1975 SMA. Baru pada 9 Agustus 1985, SMPP Surakarta berubah nama menjadi SMA Negeri 6 Surakarta yang digunakan sampai sekarang.

Meski demikian, pengguna akun Twitter @IreneViena masih getol menggaungkan bahwa capres nomor urut 01 itu memakai ijazah palsu dalam pencalonannya di Pilpres 2019. Dalam kicauan terbarunya, pengguna akun Twitter @IreneViena menuding KPU tak melakukan veriifkasi tehadap keaslian ijazah Joko Widodo.