Greenland Darurat Pemanasan Global

Tebing es di Tasiilaq, Greenland (Reuters)
17 Januari 2019 03:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TASIILAQ– Penduduk Greenland bergulat dengan pemanasan global. Warga Kota Tasiilaq di sebelah tenggara Greenland dihuni sekitar 2.000 orang. Kehidupan masyarakat yang semula aman dan tentram kini berubah mencekam dihantui pemanasan global.

Mengutip Reuters, Rabu (16/1/2019), tebing es yang berada di wilayah Tasiilaq mencair. Pemanasan global telah merusak kelestarian alam di Tasiilaq. Tebing es yang mencair itu menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

"Salju mencair, suhu udara terlalu panas menyebabkan es mencair. Kami tidak bisa lagi berburu dengan kereta luncur," kata seorang warga Tasiilaq, Julius Nielsen, 40.

Julius Nielsen mengaku kesulitan mencari tempat berburu selama 10 tahun terakhir. Dia dan warga setempat juga kesulitan mencari ikan. "Setiap tahun kami melihat lapisan es mencair. Kami kesulitan berburu. Kami harus menemukan alat baru untuk berburu," sambung Julius Nielsen.

Pemanasan global yang semakin parah ini menyebabkan kenaikan permukaan laut di seluruh wilayah di dunia. Laporan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Oktober 2018 mengimbau semua pelaku industri membatasi penggunaan bahan kimia penyebab pemanasan global. Menurut laporan tersebut, limbah produksi meningkatkan karbon dioksida yang mencemari lingkungan.

Meski es terus mencair, warga di Tasiilaq, Greenland enggan pindah. Mereka pandai beradaptasi dengan kondisi lingungan sekitar. Bahkan, menurut penduduk sekitar jumlah wisatawan ke Greenland terus meningkat. Kebanyakan wisatawan datang untuk melihat langsung wujud gletser yang masih asli.