Huawei Sangkal Perusahaannya Jadi Mata-Mata Pemerintah Tiongkok

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei (kanan), menunjukkan kantor Huawei di London, Inggris, kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping yang tengah berkunjung ke Inggris pada 21 Oktober 2015 silam. - JIBI/Solopos/Reuters
15 Januari 2019 19:13 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, SHANGHAI – Ren Zhengfei, pendiri perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei, menyangkal tuduhan bahwa perusahaannya dipergunakan pemerintah Tiongkok sebagai mata-mata di luar negeri. Dia juga menyatakan rindu kepada sang putri yang kini ditahan pemerintah Kanada atas tuduhan memberikan keterangan palsu kepada bank terkait operasi perusahaan itu di Iran.

Meng Wanzhou, Direktur Keuangan Huawei, ditangkap dan ditahan di Kanada bulan lalu atas permintaan pemerintah AS. Pemerintah AS menuduh Meng berbohong soal kontrol perusahaan itu atas sebuah perusahaan yang beroperasi di Iran. Koran Financial Times yang dikutip Reuters pada Selasa (15/1/2019) menyebut Ren menegaskan Huawei tidak pernah menerima permintaan dari pemerintah mana pun untuk memberikan keterangan yang tidak benar.

"Saya masih mencintai negeri saya. Saya juga mendukung partai, tapi saya tidak akan pernah melakukan apa pun yang merugikan negeri mana pun di dunia ini,” tegas Ren yang diwawancarai Financial Times di kantor pusat Huawei di Shenzhen. Ren, seorang mantan perwira militer yang mendirikan Huawei pada 1987 dan selama ini cenderung menyembunyikan diri, memiliki 1,14 persen saham perusahaan itu.

Tiongkok dan Kanada terlibat konflik sejak penangkapan Meng. Senin lalu hubungan kedua negara makin tegang setelah pada Senin (14/1) sebuah pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman mati pada seorang warga Kanada atas dakwaan penyelundupan narkoba.

Huawei yang merupakan perusahaan pembuat perangkat telekomunikasi terbesar di dunia selama ini disorot tajam oleh banyak pemerintahan Barat dan AS terkait hubungannya dengan pemerintah Tiongkok. Banyak negara yang bersama AS menuduh bahwa perangkat telekomunikasi buatan Huawei bisa dimanfaatkan pemerintah Tiongkok untuk aktivitas mata-mata atau spionase.

Sejauh ini belum pernah ada bukti yang diungkap terkait tuduhan itu. Namun sejumlah negara sekutu AS telah mencegah Huawei masuk ke pasar mereka. Polandia belum lama ini menyebut tengah mempertimbangkan pelarangan penggunaan perangkat buatan Huawei oleh lembaga-lembaga publik dan pemerintahan setelah seorang pejabat Huawei di negeri itu ditangkap.

Ren pun menyangkal semua tuduhan itu. Dia menyatakan tidak ada peraturan di Tiongkok yang menuntut produsen peralatan telekomunikasi membuka celah bagi pihak tertentu untuk memanfaatkan peralatannya bagi kegiatan spionase.

Sumber : Reuters