Soal Capres Harus Berpengalaman, Sandiaga Sebut Pernyataan Jokowi Aneh

Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Blora, Jawa Tengah, Jumat (11/1 - 2019). (Antara/Istimewa)
13 Januari 2019 17:35 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menganggap pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) aneh. Sebelumnya, Jokowi setelah mengatakan menjadi pemimpin harus memiliki pengalaman.

Menurut Sandiaga, jika memimpin negara haruslah orang yang sudah memiliki pengalaman, maka sama artinya yang boleh menjadi pemimpin negara adalah presiden sebelumnya. Pernyataan itu dinilai oleh Sandiaga tidak tepat.

"Akan sangat aneh kalau ada pernyataan tidak boleh mencalonkan diri kalau belum pernah memimpin negara, berarti hanya presiden sebelumnya yang boleh," kata Sandiaga saat ditemui di Pasar Lokbin Rorotan, Jakarta Utara, Minggu (13/1/2019), dilansir Suara.com.

"Sementara Pak SBY sudah dua kali mencalonkan," imbuh Sandi.

Menurut Sandiaga, keputusannya mencalonkan diri sebagai wakil presiden bukanlah untuk kepentingan pribadinya, melainkan untuk memenuhi panggilan rakyat. Keputusannya ini mencerminkan bentuk demokrasi untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi.

"Kami mencalonkan diri sebagai bentuk demokrasi karena kami merasa terpanggil. Jadi kami ini pencalonan bukan untuk Prabowo dan Sandi, ini untuk masyarakat dan biarkan masyarakat yang menilai," ungkap Sandiaga.

Mantan Wagub DKI Jakarta ini mengklaim selalu mendapatkan tanggapan positif dari rakyat saat mendatangi sejumlah daerah saat kampanye. Ia pun optimis bisa membawa perubahan besar bagi warga Indonesia jika terpilih.

"Alhamdulillah tanggapan masyarakat semakin hari semakin kuat dan harapan mereka akan perubahan semakin terasa. Mudah-mudahan 17 April 2019 bisa terwujud," pungkas Sandi.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan faktor pengalaman penting dimiliki seorang capres. Sebab, jika tak punya pengalaman dan justru menang dalam kontes politik, bisa dipastikan bakal menyita waktu untuk kembali belajar yang seharusnya digunakan untuk bekerja.

"Saya mulai dari pemerintahan kota, provinsi, sudah itu negara. Jadi sekarang masuk lagi ke level mengelola negara, saya biasa-biasa saja karena sudah memiliki pengalaman. Bayangkan, apalagi kalau belum punya pengalaman langsung mengelola negara. Butuh waktu berapa tahun [belajar], itu pertanyaan saya?" ujar Jokowi saat menghadiri deklarasi Alumni Universitas Indonesia Jokowi-Amin, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sumber : Suara.com