Serangan Jangkrik Bikin Warga Mekkah Panik

Petugas kebersihan membersihkan serangga di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi (Twitter)
12 Januari 2019 23:10 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, MEKKAH – Kompleks Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi diserang ribuan ekor serangga berwarna hitam serupa jangkrik dan belalang. Kawanan serangga hitam menempel di dinding dan lantai tempat suci itu. Bahkan, ada beberapa ekor serangga yang menempel pada pakaian jemaah yang tengah beribadah.

Munculnya ribuan serangga hitam serupa jangkrik dan belalang tersebut membuat warga Mekkah, Arab Saudi heran dan panik. Mereka merasa jijik melihat jangkrik dan belalang hitam yang mengerubungi kawasan Masjidil Haram. Menurut mereka, hal seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.

"Saya sudah tinggal di Mekkah seumur hidup dan tidak pernah melihat kejadian seperti ini. Saat salat di Masjidil Haram, saya melihat serangga hitam di mana-mana. Tidak hanya di halaman, tangga dan Kakbah juga dikerubungi serangga hitam," kata seorang warga Kota Mekkah, Abdul Wahab Soro, 64, seperti dikutip dari The National, Sabtu (12/1/2019).

Penduduk setempat mengeluhkan serangan serangga yang dianggap cukup mengganggu karena bersuara berisik. Menanggapi hal tersebut, pemerintah membentuk 22 tim yang terdiri dari 138 petugas untuk membasmi serangga tersebut.

Pemerintah Provinsi Mekkah merilis foto saat petugas melakukan pengasapan di kompleks Masjidil Haram. Serbuan serangga ini menyebar sampai ke rumah warga dan sejumlah sekolah di Mekkah, Arab Saudi. Bahkan, sejumlah siswa terpaksa dievakuasi akibat kejadian tersebut.

Meski cukup meresahkan, serangga hitam itu disebut tidak berbahaya. Seorang profesor fisiologi dari Umm Al Aqura University, Mekkah, Arab Saudi, Hamed bin Mohamed Metwally, mengatakan, jangkrik dan belalang itu muncul karena cuaca dingin. Dia memperkirakan serangga tersebut bakal menghilang dalam empat hingga enam pekan ke depan.

Tidak diketahui pasti kapan serangan serangga hitam itu bermula. Namun, beberapa hari belakangan jumlah serangga tersebut terus meningkat. Hal itu diduga dipengaruhi oleh cuaca Kota Mekkah, Arab Saudi yang cukup dingin. Sejak awal 2019, suhu di Mekkah berada di kisaran 31 derajat celsius di siang hari dan turun menjadi 22 derajat saat malam tiba.