Rusuh Rutan Solo: 10 Orang Ditangkap, Panah hingga Samurai Disita

Jumpa pers di Mapolresta Solo, Sabtu (12/1 - 2019). (Solopos/Sunaryo HB)
12 Januari 2019 21:49 WIB Rini Y/Akhmad L Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Sebanyak 10 orang ditangkap, Sabtu (12/1/2019) petang, menyusul kerusuhan yang terjadi di Rutan Solo pada Kamis (10/1/2019) pagi.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polda Jateng dan Polresta Surakarta. Kesepuluh orang itu ditangkap terkait kerusuhan Rutan Solo serta diduga melakukan perusakan rumah Iwan Walet—salah satu narapidana yang terlibat dalam rusuh RutanSolo—di Gandekan dan Tegalharjo Solo.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo didampingi Wakapolresta Solo,  AKBP Andy Rifai, Sabtu pukul 20.50 WIB menggelar jumpa pers di Mapolresta Solo.

Dalam jumpa pers, disebutkan penangkapan itu dilakukan di kawasan Pasar Klithikan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Pada pukul 16.00 WIB, patroli tim gabungan mendapatkan informasi akan ada sweeping yang dilakukan sekelompok orang terhadap Iwan Walet. Iwan Walet Sabtu subuh telah menghirup bebas keluar dari penjara.

Setelah didatangi tim patroli, massa tersebut kemudian kabur ke arah Semanggi. Sekitar pukul 19.00 WIB, polisi menangkap mereka. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki dan pinggang karena berusaha melukai petugas polisi menggunakan senjata tajam.

Dari hasil penangkapan itu juga disita barang bukti antara lain, busur panah, anak panah, soft gun, belasan tongkat kayu, palu, sabit, belati, samurai, parang, batako, handphone.

Hingga berita ini diturunkan polisi masih mendalami peran ke-10 pelaku tersebut apakah juga terkait dengan perusakan rumah Iwan Walet.