Buntut Rusuh Rutan Solo & Perusak Rumah Iwan Walet, Belasan Orang Ditangkap

Belasan orang ditangkap terkait rusuh Rutan Solo dan perusakan rumah Iwan Walet, Sabtu (12/1 - 2019) malam. (Solopos/Oriza Vilosa)
12 Januari 2019 20:53 WIB Oriza Vilosa/Rini Y Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 11 orang yang diduga terlibat kasus rusuh Rutan Solo dan perusakan dua rumah Iwan Walet ditangkap polisi. Penangkapan orang-orang tersebut dilakukan Sabtu (12/1/2019) petang tadi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, hingga pukul 20.42 WIB masih dilakukan persiapan jumpa pers. Rencananya Polresta Solo, Sabtu malam ini akan menggelar jumpa perst terkait penangkapan tersebut.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut dilakukan di beberapa titik. Di antaranya di Semanggi, Pasar Kliwon Solo. 

Sebagai informasi rusuh Rutan Solo terjadi pada Kamis (10/1/2019) pagi. Dua kelompok yang terlibat kerusuhan, yaitu pembesuk dan sejumlah tahanan kelompok Laskar Islam dengan narapidana (napi) kriminal biasa (Blok C1) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IA Solo, Kamis (10/1/2019), pernah terlibat cekcok sebelumnya.

Buntutnya, sebanyak 12 tahanan dan napi dipindahkan ke tiga lokasi berbeda. Tahanan kelompok laskar tersebut yakni Isan alias Abdullah Ihsan, 33, kasus UU Darurat, Rahmad Sardiansyah, 20, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, Komari alias Komar, 39, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, Harnang Tedy, 40, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, dan Geri Angger Raharjo, 19, pasal 170 KUHP/Penganiayaan.

Sedangkan tokoh napi kasus kriminal antara lain Agus Ardiansyah alias Bebek, 30, napi kasus pasal 363 KUHP/Pencurian, Ucok Devran Devries, napi kasus pasal 363 KUHP/Pencurian, dan Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet, napi kasus pasal 170 KUHP/penganiayaan.

Rumah Iwan Walet baik di Gandekan maupun di Tegalharjo menjadi sasaran perusakan oleh sekelompok orang. Sabtu Subuh Iwan Walet telah bebas keluar penjara. Hingga berita ini diturunkan keberadaan Iwan Walet dan keluarganya masih misterius.