Nama Iwan Walet Solo Nongol di Google Trends Indonesia

Iwan Walet (kanan) (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
11 Januari 2019 15:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Nama Iwan Walet mendadak menjadi bahan perbincangan warganet. Namanya bahkan masuk dalam daftar Google Trends Indonesia, Jumat (11/1/2019). Lantas, siapakah sosok Iwan Walet dan apa yang membuatnya dibicarakan publik?

Nama Iwan Walet muncul di daftar "Trending baru-baru ini" di Google Trends Indonesia pada Jumat (11/1/2019). Hingga Jumat siang, berdasarkan data Google Trends, frase "Iwan Walet" telah dicari dalam lebih dari 5.000 kali penelusuran.

Iwan Walet merupakan narapidana kasus penganiayaan. Pria bernama lengkap Koes Setiawan Danang Mawardi tersebut menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Solo. Namanya dicari warganet seusai kerusuhan Rutan Solo, Kamis (10/1/2019), diberitakan.

Diwartakan Solopos.com, rumah Iwan Walet di kawasan Gandekan, Jebres, Solo, dirusak orang tak dikenal seusai kasus kerusuhan itu mencuat. Rumah berlantai dua bercat hijau itu memang terlihat biasa-biasa saja dari luar, namun pintunya dipasangi bambu membentuk huruf X. Pintu tersebut terlihat baru saja dijebol. Di bagian jalan menuju tangga masuk terlihat lambang PSHT Teratai.

Sementara itu, kerusuhan yang terjadi antara pembesuk dan sejumlah tahanan kelompok Laskar Islam dengan sekelompok narapidana (napi) kriminal (Blok C1) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IA Solo, Kamis (10/1/2018), diawali saling lihat dan saling ejek. Saat itu, teriakan pembesuk dibalas dengan ejekan dari para napi lain.

Informasi yang diterima Solopos.com menyebutkan kericuhan bermula saat jam besuk tahanan ketika sekitar 20 orang laskar tiba ke Rutan Solo untuk membesuk tahanan dari kelompok laskar. Para pembesuk dari kelompok laskar dibagi per kelompok lima orang dengan waktu sekitar 20 menit untuk menemui tahanan laskar di Aula Rutan.

Saat kelompok I kunjungan berjalan dengan aman. Saat kloter kedua dan pembesuk kelompok laskar hendak pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan takbir dari kelompok laskar dibalas suara “guk-guk” dari tahanan Blok C1 yang berisi napi kriminal.

Kedua kelompok ini sebelumnya pernah terlibat cekcok. Para pembesuk laskar emosi yang selanjutnya mendatangi para napi di Blok C1 yang lantas dilempari batu oleh mereka. Pembesuk dari kelompok laskar membalas lemparan tersebut hingga terjadi aksi saling lempar batu.

Melihat kejadian tersebut, pembesuk dari kelompok laskar langsung dibawa keluar oleh pihak pengamanan rutan, sedangkan tahanan dari kelompok laskar juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan.

Sementara, dari pihak napi kriminal berusaha merangsek hingga menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B. Merespons kejadian itu, satu satuan setingkat peleton (SSP) Dalmas Polresta Solo tiba di rutan untuk menetralkan keadaan. Selang beberapa waktu kemudian, sekitar 150 orang Laskar Islam mendatangi rutan meminta Iwan Walet dikeluarkan. Setelah sekitar 30 menit menyemut di depan rutan, mereka membubarkan diri satu per satu.