Rumah Iwan Walet di Gandekan Solo Dirusak

Polisi menggunakan baracuda saat proses pemindahan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1A Solo, Kamis (10/1 - 2018), setelah kerusuhan. (Solopos/Nicolous Irawan)
10 Januari 2019 23:30 WIB Ratih Kartika Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Rumah milik Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet di RT 002/RW 001 Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, dirusak orang tak dikenal. Iwan merupakan penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1A Solo yang kini dipindahkan setelah kerusuhan pada Kamis (10/1/2019) pagi.

Meski demikian, tak banyak tetangga yang mengetahui penyerangan itu.Rumah berlantai dua bercat hijau itu memang terlihat biasa-biasa saja dari luar, namun pintunya dipasangi bambu membentuk huruf X. Pintu tersebut terlihat baru saja dijebol. Di bagian jalan menuju tangga masuk terlihat lambang PSHT Teratai.

Menurut penuturan penjual kelontong di RT 002/RW 01, Kelurahan Gandekan, Suratmi, rumah tersebut baru beberapa hari digunakan sebagai tempat cuci motor. Orang yang biasa mencuci motor juga belum pernah bertegur sapa dengan dia, padahal rumah hanya berjarak sekitar satu rumah.

"Nggak tahu kalau di situ ada perusakan atau apa. Soalnya tadi jam 13.00 WIB saya tidur siang dan baru bangun jam 16.00 WIB. Tadi sih pas mau ke Pasar Tanggul [Kelurahan Kampung Sewu] sempet ada yang bilang tadi ramai-ramai. Tapi nggak tahu apa," jelas Suratmi saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (10/1/2019).

Pantauan Solopos.com, rumah di depan Pasar Tanggul, Sewu, tersebut sepi pada pukul 19.00 WIB. Seorang warga RT 002/ RW 001 Kelurahan Gandekan yang enggan disebutkan namanya mengatakan tak mengetahui mengenai kejadian di rumah tersebut.

Saat itu dia mengaku tengah melakukan pekerjaan rumah dengan menyetel musik keras-keras. Akan tetapi sayup-sayup dia mendengar suara anjing tetangga yang terus-menerus menggonggong. Dia juga tak curiga, hanya mengira rumah pemilik anjing didatangi orang bertamu.
"Nggak tahu tadi ada apa. Soalnya keadaan di sini [sekitar rumah juga nggak ada tanda-tanda mencurigakan]," katanya, Rabu.

Dia juga mengatakan beberapa waktu lalu sudah tidak melihat hilir-mudik kegiatan dari keluarga Iwan Walet. Dia mengatakan Iwan jarang menemui tetangga di bawah tangga turun yang menghubungkan rumahnya di RT 002 dengan warga di bawah tangga.

"Dulu pernah lihat sama istrinya. Sama dua anak kecil. Tapi sekarang udah nggak pernah lihat lagi," ujarnya.

Seorang penjual nasi goreng di dekat rumah Iwan Walet yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan pada sore hari dia melihat rumah tersebut sudah dalam keadaan ramai. Menurutnya, kaca depan rumah di lantai dua pecah karena dirusak.

"Sejak Pak Iwan di penjara rumahnya udah nggak pernah dipakai lagi. Dulu sih kadang dipakai tidur kalau malam. Kadang tidur sendiri, kadang bersama isterinya. Biasanya kalau tidur yang bagian atas. Kalau nggak tidur di rumahnya sini [Gandekan] ya tidur di rumahnya di Kepatihan. Terus yang bawah buat cuci motor," jelasnya, Rabu.