Merasa Dibohongi, Pengacara Beberkan Beda Fakta Vs Bantahan Vanessa Angel

Vanessa Angel (kedua kiri) seusai diperiksa terkait kasus prostitusi online di Gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/1 - 2019). (Antara/Didik Suhartono)
10 Januari 2019 15:03 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Kuasa hukum Vanessa Angel mendatangi Mapolda Jawa Timur di Surabaya, Kamis (10/1/2019), untuk menyampaikan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum kepada polisi. Mereka mengaku kecewa dan merasa dibohongi oleh keterangan klien mereka itu.

Tim kuasa hukum Vanessa Angel, Guntual Laremba, mengatakan pihaknya mundur sebagai kuasa hukum karena kecewa serta menyayangkan keterangan dan bantahan artis itu. Sebelumnya, Vanessa melalui kuasa hukum membantah keterlibatannya dalam kasus prostitusi online yang diungkap Polda Jatim.

"Bantahan yang dilakukan saudara Muhammad Zakir Rasyidin selaku Ketua Tim Kuasa Hukum VA pada hari Senin [7/1/2019] malam di Jakarta adalah merupakan permintaan VA sendiri yang disaksikan oleh Jane Shalimar," katanya lagi.

Menurut dia, bantahan atas permintaan VA itu berbeda dengan kejadian sebenarnya. Justru, kata dia, bantahan itu telah menciptakan polemik dan pengaburan fakta sehingga pihaknya merasa prihatin atas kejadian tersebut.

"Kami prihatin juga kecewa terhadap permintaan VA yang terjadi pada rekan kami Zakir untuk meluruskan pemberitaan yang ternyata membalikkan fakta, sehingga nama baik kami selaku kuasa hukum menjadi ikut tercoreng," ujarnya pula.

Selaku kuasa hukum, Guntual menyatakan pihaknya telah bekerja sepenuh hati memperjuangkan hak dan kepentingan klien. Akan tetapi, pihaknya merasa dibohongi dan kecewa oleh keterangan VA yang tak sesuai fakta.

"Oleh karena itu demi nama baik profesi, kami mengundurkan diri dari kuasa hukum VA secara terbuka. Terhadap segala bantuan yang pernah kami berikan selaku kuasa hukum semoga bermanfaat," kata dia.

Diungkapkannya, keterangan Vanessa Angel yang berbeda di antaranya tidak ada aliran dana namun faktanya kuasa hukum melihat ada aliran dana ke rekening. "Kemudian terkait tidak ada laki-laki, kan nyatanya ada laki-laki di ruangan itu. Agak sedikit sulit kami membandingkan itu jadi berbanding terbalik lah," ujarnya lagi.

Pihaknya juga mendukung penuh penanganan praktik prostitusi online oleh Subdit V Siber Polda Jatim dan mengapresiasi penuh penuntasan kasus ini. "Kami memberikan apresiasi penuh dan mendukung untuk dilakukan pengungkapan sampai tuntas supaya bisa memberi perbaikan moral bagi anak bangsa," ujar dia.

Sumber : Antara