Jokowi: Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Teror Bom Pimpinan KPK

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi memberikan keterangan terkait gempa lombok berkekuatan 7 pada skala richter (SR) seusai meninjau latihan pelatnas Pencak Silat di TMII, Jakarta, Senin (6/8/2018). (Antara-Wahyu Putro A - )
10 Januari 2019 13:30 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan langsung kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menindak dan menyelesaikan kasus teror bom yang terjadi di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif.

“Kemarin siang sudah saya perintahkan langsung ke Kapolri untuk menindak dan menyelesaikan ini dengan tuntas, karena ini menyangkut intimidasi kepada para penegak hukum kita. Saya kira tidak ada toleransi untuk itu. Kejar dan cari pelakunya,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai meninjau Gudang Bulog, di Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019) pagi.

Mengenai aksi teror yang berulang terjadi kepada petugas KPK, Presiden Jokowi menegaskan, dirinya sudah memerintahkan untuk semuanya dijaga dari sisi keamanan, terutama penyidik-penyidik dan juga seluruh komisioner KPK.

“Tapi kalau masih ada kejadian, ya cari agar semuanya menjadi jelas dan gamblang siapa pelakunya,” tegas Presiden seperti dilansir Setkab.go.id.

Kepala Negara meyakini aksi teror yang dialami oleh petugas maupun pimpinan KPK itu tidak akan membuat kendor upaya pemberantasan korupsi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Rabu (9/1/2019) pagi, rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat, dipasangi pipa berkekuatan ledak tinggi. Sedangkan rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dilempari dua bom molotov. Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi hampir bersamaan itu