Pengamat: SBY Biarkan Andi Arief, Demokrat Rugi Besar

SBY menyaksikan atribut Partai Demokrat yang rusak (Instagram aniyudhoyono)
10 Januari 2019 06:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Elektabilitas Partai Demokrat diperkirakan akan terus merosot jika Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mengambil sikap tegas atas perilaku Wasekjen Andi Arief yang dinilai kontraproduktif. Andi Arief dinilai sering membuat kegaduhan publik dengan sejumlah isu kontroversial.

Hal itu dikemukakan pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, kepada wartawan, Rabu (9/1/2019). Dia mengatakan baik soal hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos yang dia tanggapi di akun Twitter maupun pernyataannya yang pernah mengancam akan memboikot Pilpres 2019, Partai Demokrat jelas telah dirugikan.

“Seharusnya sebagai pimpinan tertinggi partai, Pak SBY bisa mengklarifikasi cuitan tersebut. Karena ada upaya untuk mendeligitimasi penyelenggara pemilu, yaitu KPU. Apalagi cuitan itu dilakukan berkali-kali,” ujar Lucius.

Lucius mengatakan bahwa Andi Arief pernah akan memboikot Pilpres 2019 meski meski belum jelas alasannya. Jika memboikot berarti Partai Demokrat akan menggagalkan ribuan calegnya di seluruh Indonesia yang sudah siap mengikuti kontestasi di pileg 2019 tersebut.

Kenapa? “Pilpres saat ini berbeda dengan pilpres sebelumnya. Jadi apa yang dilakukan oleh Andi Arief itu kontraproduktif dengan Partai Demokrat sebagai peserta pemilu, dan juga dengan SBY yang selalu mengedepankan etika dan kesantunan dalam politik,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Lucius, SBY perlu menjelaskan kepada masyarakat. Jika tidak, maka elektabilitas Partai Demokrat bisa terancam. Apalagi di masa kampanye ini semua partai harus mencitrakan positif dan baik, agar mendapat simpati dan dipilih rakyat, katanya.  “Jadi, jika SBY membiarkan itu, maka Demokrat yang dirugikan.”

Namun, Lucius mengaku belum mengerti jika ada strategi politik rahasia SBY dengan terus mendiamkan sikap Andi Arief yang kontraproduktif tersebut.
Apakah panik karena khawatir tak lolos masuk DPR? "Saya tidak tahu. Yang jelas, semua partai dan kedua capres masih sama-sama mempunyai kesempatan untuk mendapat tempat di hati rakyat. Semua berpeluang untuk dipilih, terpilih, dan memenangi kontestasi pemilu itu,” katanya.

Sumber : Bisnis/JIBI