Pasca-teror Bom di Rumah Pimpinan KPK, Polisi Pastikan Aman

Ketua KPK Agus Rahardjo mengumumkan penetapan 38 anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/4 - 2018). (Antara/Wahyu Putro A)
09 Januari 2019 14:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi M Iqbal memastikan, kediaman dua Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga menerima ancaman teror bom Rabu (9/1/2018) pagi, dalam kondisi aman dan kondusif.

“Saya imbau masyarakat tenang, kondisi kondusif. Mudah-mudahan tidak ada motif apa pun di sini,” kata Irjen Pol M Iqbal di Jakarta, Rabu siang.

Ia mengatakan, kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan saksi dan rekaman kamera CCTV di kediaman dua komisioner KPK itu. “Mohon kejadian ini tidak di-framing macam-macam. Biarkan Polri mengungkap kasus ini,” tambahnya.

Jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya dan beberapa pejabat tinggi kepolisian telah berada di dua lokasi, yaitu di wilayah Kalibata kediaman Laode Muhammad Syarif, dan di Bekasi rumah milik Agus Raharjo.

Irjen Pol M Iqbal menerangkan saksi di kediaman Laode mengaku ada sedikit bunyi, sementara saksi di rumah Agus menyatakan tidak mendengar suara apa pun.

Sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, sebuah paket yang diduga bom ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB. Saat diperiksa, paket di rumah Agus ternyata berisi paralon.