Guru Sering Bolos, Cabut Saja Tunjangan Sertifikasinya

Ilustrasi guru (Reuters/Brian Snyder)
09 Januari 2019 12:57 WIB Newswire Nasional Share :

PALANGKARAYA — Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad meminta Dinas Pendidikan memantau kinerja guru. Dia mengusulkan pencabutan tunjangan sertifikasi guru yang sering membolos.

Kesejahteraan untuk tenaga pendidik terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut semestinya diimbangi perbaikan kinerja bagi aparatur sipil negara, khususnya tenaga pendidik dengan tidak mangkir dalam menjalankan tugas meskipun ditempatkan di daerah pelosok.

Hal itu disampaikan Hamid saat menjadi menjadi pembicara di LPMP Kalimantan Tengah (Kalteng). Hamid mendesak Dinas Pendidikan di seluruh Kalteng dapat memberikan teguran keras bagi ASN Guru yang sengaja mangkir dalam tugas. Guru yang bolos kerja secara tidak langsung memengaruhi kualitas lulusan peserta didik.

“Saya berulangkali katakan menjadi guru ini kan panggilan hati. Bagaimana mungkin peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dengan baik kalau gurunya saja mengajar cuma Senin Kamis. Mau jauh atau dekat seharusnya tidak menjadi halangan bagi guru untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid murid di sekolah. Wong pemerintah sudah kucurkan triliunan rupiah untuk kesejahteraan guru melalui tunjangan, diimbangi dengan kinerja dong,” kata Hamid kepada RRI, Senin (7/1/2019).

Untuk menertibkan guru yang tidak disiplin, lanjut Hamid, perlu langkah tegas dari dinas pendidikan, salah satunya penghentian tunjangan sertifikasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai efek jera manakala seorang guru mangkir dalam tugas mengajar, baik di perkotaan dan pedesaan.

Hamid juga mengusulkan Dinas Pendidikan mengoptimalkan tugas pengawasan hingga ke pelosok, khususnya mengawasi kinerja sejumlah guru yang disiplin maupun yang kurang disiplin. “Bagi yang disiplin sepatutnya diberikan penghargaan, tetapi bagi yang tidak, nah lebih baik menurut hemat saya, setop saja pemberian tunjangannya,” kata dia.