Moeldoko: Jangan Main-Main, Otak Hoaks Politik Sudah Ketahuan

Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/5 - 2018). (Antara / Wahyu Putro A)
08 Januari 2019 22:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Moeldoko, mengingatkan kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tidak melakukan penggiringan opini yang bertujuan untuk mengikis kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Dia mengaku punya "mainan" jika ada yang main-main.

Moeldoko juga meminta agar permintaan itu tak disepelekan. "Untuk itu dari awal sudah saya ingatkan jangan main-main dengan itu. Saya ingatkan jangan main-main. Tapi kalau masih main-main, saya juga punya mainan," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019), dilansir Suara.com.

Kepala Staf Kepresidenan itu menuturkan pemerintah memiliki instrumen yang dapat digunakan dengan tepat dan proporsional untuk membongkar pihak-pihak yang mencederai demokrasi.

"Pemerintah punya instrumen, pemerintah bisa menggunakan instrumen itu dengan tepat dan proporsional. Untuk itu, sungguh saya berharap bahwa mari kita menuju sebuah demokrasi yang tertara dengan baik jangan dicederai, jangan diteror demokrasi yang terteror dan seterusnya. Ini sungguh tidak baik dengan masa depan bangsa dan anak-anak kita," ucap dia.

Mantan Panglima TNI juga menganggap serangan seperti hoaks atau berita bohong yang dialamatkan kepada pemerintah dan KPU terbilang tersistematis. Hal itu disampaikan Moeldoko terkait hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurutnya hoaks tersebut arahnya jelas ditujukan kepada pemerintah atau penyelenggara pemilu. "Apalagi itu di antaranya hoaks-hoaks itu sistematis bukan sekedar hoaks yang dilempar secara sporadis. Tetapi sudah sistematis semuanya arahnya sudah jelas," katanya.

Moeldoko mengaku tahu aktor di balik penyebaran hoaks yang dialamatkan kepada pemerintah. Menurutnya, pada waktunya masyarakat akan tahu siapa saja otak di balik penyebaran hoaks politik itu. "Dalangnya sudah tahu, nanti akan ketahuan, satu persatu akan ketahuan," tandasnya

Sumber : Suara.com