Survei: Selisih Elektabilitas Prabowo-Sandi Vs Jokowi-Ma’ruf Terpangkas

Jokowi dan Prabowo menunjukkan nomor urut dalam pengambilan nomor urut capres-cawapres di Gedung KPU, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
08 Januari 2019 17:45 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terus memangkas selisih elektabilitas dari pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun, turunnya selisih elektabilitas itu belum signifikan untuk menggoyahkan petahana.

Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) pada 16-26 Desember 2018 menemukan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,9%, sedangkan lawannya 34,8%. Selisih sebesar 20,1% tersebut terpangkas sekitar 2% dari survei Oktober 2018 sebesar 23% dan survei September 2018 sebesar 25,4%.

Peningkatan elektabilitas Prabowo-Sandi pada Desember 2018 bersumber dari para pemilih yang sebelumnya tidak menjawab atau tidak tahu. Jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan turun dari 17% pada Oktober 2018 menjadi 9,2% pada Desember 2018.

“Bagi Jokowi, pertarungan dengan selisih 20% itu dikatakan aman tidak, dikatakan tidak aman juga tidak,” kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Ke depan, Burhanuddin memperkirakan kenaikan atau penurunan elektabilitas lebih disebabkan para pemilih mengambang yang dalam survei belum memilih salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pasalnya, kata dia, pemilih yang belum menentukan pilihan lebih condong untuk tidak ikut mencoblos pada 17 April 2019 mendatang.

Dalam survei IPI, baru 1,1% responden yang memutuskan tidak akan menggunakan hak pilih dalam Pilpres 2019. Dengan jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,2% maka angka golongan putih kemungkinan bisa bertambah dari segmen tersebut.

Menanggapi hasil survei, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, mengakui bahwa selisih suara jagoannya dengan Jokowi-Ma’ruf terus terpangkas. Namun, dia mengklaim selisih kedua kontestan tidak sebesar hasil survei IPI.

“Dari internal BPN, sekarang selisih tinggal 11%. Sebelumnya 14% turun jadi 11% dan terbaru harapan kami bisa lebih kecil,” katanya usai konferensi pers.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, mengatakan hasil survei IPI menandakan apresiasi publik atas kinerja Jokowi sebagai petahana. Menurutnya, TKN Jokowi-Ma’ruf akan berupaya meningkatkan suara dengan strategi kampanye positif.

“Kami akan bicara gagasan untuk membangun Indonesia Raya,” ujar politikus PDIP itu.

Survei IPI dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.220 responden yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum dan dipilih secara acak. Margin kesalahan rata-rata dari survei sebesar +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sumber : Bisnis/JIBI